Peringati Kelahiran Munir, Kasum Desak Pengusutan Kasus Tak Distop
Selasa, 08/12/2009 16:06 WIB
Jakarta
8 Desember diperingati Kelompok Aksi Solidaritas untuk Munir (Kasum) sebagai hari kelahiran Munir. Aksi pun mereka gelar dengan berunjuk rasa ke Kejagung dan Istana Negara.
Aksi digelar sejak pukul 11.00 WIB, Selasa (8/12/2009). Munir lahir pada 44 tahun lalu. Sekitar 100-an sahabat Munir menyuarakan tuntutan keadilan dalam kasus kematian Munir yang diracun dalam perjalanan dari Indonesia menuju Belanda, pada 2004 lalu.
"Keadilan untuk Munir, keadilan untuk semua. Kami mendesak Kejaksaan agar segera mengajukan Peninjauan Kembali atas dibebaskannya Muchdi Pr," jelas juru bicara Kasum, Andi Panca dalam siaran pers, Selasa (8/12/2009).
Kasum melihat, dengan terbongkarnya skandal 'pat-gulipat' aparat penegak hukum akhir-akhir ini dalam kasus kriminalisasi pimpinan KPK, membuat mata pubik terbuka bahwa dalam setiap kasus-kasus besar yang melibatkan pejabat dan mantan pejabat negara, skenario 'cuci tangan' bagi pelaku melalui jalur hukum kerap dilakukan.
Begitu juga dalam kasus Munir. Beberapa indikasi yang mengarah ke hal tersebut terlihat sangat jelas dalam lemahnya dakwaan yang dibuat jaksa penuntut umum dalam perkara Muchdi Pr, juga Lemahnya bukti yang diberikan oleh aparat kepolisian, termasuk diingkarinya bukti suara rekaman antara Muchdi Pr dengan terpidana Pollycarpus Budihari priyanto yang pernah diakui oleh pihak Kabareskrim yang sekarang menjabat sebagai Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.
"Pemilahan fakta persidangan oleh hakim yang menyidangkan perkara Muchdi Pr sangat merugikan, karena setelah dilakukan eksaminasi publik, majelis eksaminasi menemukan bahwa fakta-fakta yang diambil oleh majelis hakim hanya menguntungkan pihak Muchdi Pr," terang pria yang akrab disapa Panca ini.
Apalagi, hal itu juga bisa dilihat dari belum dieksekusinya Secretary Chief of Pilot Garuda Rohainil Aini, meski Mahkamah Agung sudah memutus bahwa ia bersalah dan harus dihukum 1 tahun penjara pada tanggal 12 Februari 2009 lalu.
"Atas dasar itulah kecurigaan adanya skenario pelepasan Muchdi Pr sebagai salah satu dalang pembunuh Munir dan mempetieskan kasus ini menjadi semakin nyata," ujarnya.
Maka pada momentum kelahiran Munir dan peringatan hari HAM sedunia, Kasum meminta agar Presiden segera mengganti Jaksa Agung dan tim jaksa penuntut Umum kasus Munir dengan terdakwa Muchdi Pr.
"Mengaktifkan Tim Munir di tingkat Kepolisian untuk mencari novum atau bukti baru," tutupnya.
(ndr/iy)
Aksi digelar sejak pukul 11.00 WIB, Selasa (8/12/2009). Munir lahir pada 44 tahun lalu. Sekitar 100-an sahabat Munir menyuarakan tuntutan keadilan dalam kasus kematian Munir yang diracun dalam perjalanan dari Indonesia menuju Belanda, pada 2004 lalu.
"Keadilan untuk Munir, keadilan untuk semua. Kami mendesak Kejaksaan agar segera mengajukan Peninjauan Kembali atas dibebaskannya Muchdi Pr," jelas juru bicara Kasum, Andi Panca dalam siaran pers, Selasa (8/12/2009).
Kasum melihat, dengan terbongkarnya skandal 'pat-gulipat' aparat penegak hukum akhir-akhir ini dalam kasus kriminalisasi pimpinan KPK, membuat mata pubik terbuka bahwa dalam setiap kasus-kasus besar yang melibatkan pejabat dan mantan pejabat negara, skenario 'cuci tangan' bagi pelaku melalui jalur hukum kerap dilakukan.
Begitu juga dalam kasus Munir. Beberapa indikasi yang mengarah ke hal tersebut terlihat sangat jelas dalam lemahnya dakwaan yang dibuat jaksa penuntut umum dalam perkara Muchdi Pr, juga Lemahnya bukti yang diberikan oleh aparat kepolisian, termasuk diingkarinya bukti suara rekaman antara Muchdi Pr dengan terpidana Pollycarpus Budihari priyanto yang pernah diakui oleh pihak Kabareskrim yang sekarang menjabat sebagai Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.
"Pemilahan fakta persidangan oleh hakim yang menyidangkan perkara Muchdi Pr sangat merugikan, karena setelah dilakukan eksaminasi publik, majelis eksaminasi menemukan bahwa fakta-fakta yang diambil oleh majelis hakim hanya menguntungkan pihak Muchdi Pr," terang pria yang akrab disapa Panca ini.
Apalagi, hal itu juga bisa dilihat dari belum dieksekusinya Secretary Chief of Pilot Garuda Rohainil Aini, meski Mahkamah Agung sudah memutus bahwa ia bersalah dan harus dihukum 1 tahun penjara pada tanggal 12 Februari 2009 lalu.
"Atas dasar itulah kecurigaan adanya skenario pelepasan Muchdi Pr sebagai salah satu dalang pembunuh Munir dan mempetieskan kasus ini menjadi semakin nyata," ujarnya.
Maka pada momentum kelahiran Munir dan peringatan hari HAM sedunia, Kasum meminta agar Presiden segera mengganti Jaksa Agung dan tim jaksa penuntut Umum kasus Munir dengan terdakwa Muchdi Pr.
"Mengaktifkan Tim Munir di tingkat Kepolisian untuk mencari novum atau bukti baru," tutupnya.
(ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
