Angket Century
Idrus: Pansus Akan Buka Rekaman Rapat KSSK
Selasa, 08/12/2009 16:00 WIB
Jakarta
Demi alasan transparansi, rekaman kriminalisasi Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dibuka di persidangan Mahkamah Konstitusi. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk tidak membuka rekaman rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sebagai forum tempat kebijakan bailout Bank Century diputuskan.
Demikian disampaikan Ketua Pansus Angket Century Idrus Marham dalam diskusi bertajuk 'Pansus Angket Bank Century: Kawan atau Lawan' di Sekretariat PB HMI, Jl Diponogoro, Jakpus, Selasa (8/12/2009).
"Jangankan notulennya, kalau perlu rekamannya. Kalau MK bisa, kenapa pansus tidak bisa," tegas Idrus.
Idrus menjelaskan, pansus sudah meyepakati bahwa penyelidikan terhadap skandal Rp 6,76 triliun itu akan dimulai berdasarkan fakta-fakta.
"Menjadikan data sebagai instrumen. Bukan dari orang per orang," cetusnya.
Dari data tersebut, kata politisi Golkar ini, pansus akan menentukan siapa dan pihak mana yang akan dipanggil untuk dimintai keterangannya. Dari keterangan tersebut, lanjutnya, barulah bisa disimpulkan siapa penanggung jawab atas skandal tersebut.
"Menyebut penanggung jawab adalah konsekuensi logis dari fakta," ujar dia.
Ray Rangkuti mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan pansus adalah memanggil Sri Mulyani dan Boediono. Alasannya, laporan Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan indikasi kuat kedua pejabat KSSK itu melanggar UU.
"Kalau rapat pleno kedua dimulai Senin depan, minimal Rabu keduanya sudah harus dipanggil," kata Ray yang mengkritik kevakuman agenda pansus dari rapat pleno pertama 4 Desember sampai Senin 14 Desember mendatang.
(lrn/nrl)
Demikian disampaikan Ketua Pansus Angket Century Idrus Marham dalam diskusi bertajuk 'Pansus Angket Bank Century: Kawan atau Lawan' di Sekretariat PB HMI, Jl Diponogoro, Jakpus, Selasa (8/12/2009).
"Jangankan notulennya, kalau perlu rekamannya. Kalau MK bisa, kenapa pansus tidak bisa," tegas Idrus.
Idrus menjelaskan, pansus sudah meyepakati bahwa penyelidikan terhadap skandal Rp 6,76 triliun itu akan dimulai berdasarkan fakta-fakta.
"Menjadikan data sebagai instrumen. Bukan dari orang per orang," cetusnya.
Dari data tersebut, kata politisi Golkar ini, pansus akan menentukan siapa dan pihak mana yang akan dipanggil untuk dimintai keterangannya. Dari keterangan tersebut, lanjutnya, barulah bisa disimpulkan siapa penanggung jawab atas skandal tersebut.
"Menyebut penanggung jawab adalah konsekuensi logis dari fakta," ujar dia.
Ray Rangkuti mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan pansus adalah memanggil Sri Mulyani dan Boediono. Alasannya, laporan Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan indikasi kuat kedua pejabat KSSK itu melanggar UU.
"Kalau rapat pleno kedua dimulai Senin depan, minimal Rabu keduanya sudah harus dipanggil," kata Ray yang mengkritik kevakuman agenda pansus dari rapat pleno pertama 4 Desember sampai Senin 14 Desember mendatang.
(lrn/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
