Sidang Antasari
Rp 500 Juta untuk Operasional Pembunuhan Nasrudin bukan Uang Perusahaan Sigid
Selasa, 08/12/2009 11:21 WIB
Sigid Haryo
Jakarta
Uang Rp 500 juta yang terima Kombes Wiliardi Wizar dari Sigid Haryo Wibisono bukanlah uang PT Pers Indonesia Merdeka (PIM), perusahaan milik Sigid. Belum diketahui asal usul uang yang kemudian dipakai untuk operasional pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen itu.
"Itu bukan uang perusahaan, Pak," kata mantan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT PIM Hasan Mulacela saat bersaksi di sidang kasus pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa mantan Ketua KPK Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (8/12/2009)
Hasan mengaku berkerja pada perusahaan Sigid sejak bulan Juni 2008 hingga November 2009. Saat uang setengah miliar rupiah itu diserahkan, Hasan merangkap sebagai Direktur Keuangan karena pejabatnya sedang sakit.
Menurutnya, dia tidak menemukan adanya transaksi keuangan perusahaan berkenaan dengan uang Rp 500 juta itu. Ready stock PT PIM saat itu hanya sekitar Rp 30 juta saja.
"Pak Sigid tanya ada uang Rp 500 juta nggak, Pak Wili mau pinjam? Saya bilang nggak ada," ungkap Hasan.
Entah dari mana, lanjutnya, pada sore hari dia diminta Setyo Wahyudi untuk menyerahkan uang kepada Wili yang dibungkus tas kertas. Setyo adalah sekretaris pribadi Sigid. Uang itu diserahkan kepada Wili yang berada di ruang kerja Sigid.
"Apakah Wahyudi bercerita dari mana asal usul uang tersebut?" tanya Antasari yang diberi kesempatan terakhir oleh majelis hakim.
"Tidak, Pak," jawab Hasan.
(irw/nrl)
"Itu bukan uang perusahaan, Pak," kata mantan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT PIM Hasan Mulacela saat bersaksi di sidang kasus pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa mantan Ketua KPK Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (8/12/2009)
Hasan mengaku berkerja pada perusahaan Sigid sejak bulan Juni 2008 hingga November 2009. Saat uang setengah miliar rupiah itu diserahkan, Hasan merangkap sebagai Direktur Keuangan karena pejabatnya sedang sakit.
Menurutnya, dia tidak menemukan adanya transaksi keuangan perusahaan berkenaan dengan uang Rp 500 juta itu. Ready stock PT PIM saat itu hanya sekitar Rp 30 juta saja.
"Pak Sigid tanya ada uang Rp 500 juta nggak, Pak Wili mau pinjam? Saya bilang nggak ada," ungkap Hasan.
Entah dari mana, lanjutnya, pada sore hari dia diminta Setyo Wahyudi untuk menyerahkan uang kepada Wili yang dibungkus tas kertas. Setyo adalah sekretaris pribadi Sigid. Uang itu diserahkan kepada Wili yang berada di ruang kerja Sigid.
"Apakah Wahyudi bercerita dari mana asal usul uang tersebut?" tanya Antasari yang diberi kesempatan terakhir oleh majelis hakim.
"Tidak, Pak," jawab Hasan.
(irw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
