KTT Perubahan Iklim
Potong Emisi 26% Hingga 2020, RI Ingin Rangsang Negara Maju
Senin, 07/12/2009 02:50 WIB
(Foto: landcoalition.org)
Kopenhagen
Indonesia menyatakan akan menurunkan emisinya hingga 26 persen secara bertahap sampai tahun 2020. Dengan demikian Indonesia ingin merangsang negara maju agar mau menurunkan emisi hingga 40 persen sesuai dengan Bali Action Plan.
Hal tersebut akan diperjuangkan Delegasi RI di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, yang akan berlangsung 7-18 Desember.
“Salah satu strategi Indonesia adalah dengan bertindak Proaktif dengan menurunkan emisi sebesar 26 persen pada tahun 2020 dari business as usual. Hal ini diharapkan akan memicu negara maju untuk berkomitmen dan mendorong negara berkembang lain untuk secara sukarela menurunkan emisi," ujar Ketua Delegasi RI (Delri) Rachmat Witoelar, dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (6/12/2009) malam.
Dengan dilengkapi strategi nasional untuk menurukan emisi tersebut, imbuh mantan Menteri Lingkungan Hidup itu, Indonesia akan mempunyai amunisi yang cukup untuk mendorong tercapainya konsensus internasional di Kopenhagen nanti.
Sementara Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan Indonesia akan mendorong negara maju menurunkan emisi hingga 40 persen.
“Bagi Indonesia, ada beberapa hal prioritas yang akan diperjuangkan, yaitu kesepakatan target penurunan emisi sebagai kelanjutan Protokol Kyoto sesuai Bali Action Plan, yaitu 40 persen rata-rata penurunan emisi oleh negara maju," ujar Gusti.
Kemudian, disepakatinya mekanisme Reducing Emission from Deforestation and Degradation (REDD) agar segera memasuki tahapan implementasi. Yang tidak kalah pentingnya, lanjut Gusti, adalah memasukkan isu kelautan menjadi isu sentral dalam perubahan iklim.
"Sebagaimana yang tertuang dalam Manado Ocean Declaration,” imbuhnya.
Dalam KTT ini RI mengirimkan 60 anggota dibawah pimpinan Rachmat Witoelar sebagai Ketua Delegasi (Negosiasi) yang juga bertindak sebagai Ketua Juru Bicara Delri. Anggota Delri mewakili para pemangku kepentingan perubahan iklim di Indonesia, termasuk Kementerian dan Lembaga Negara terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi massa, sektor swasta dan media massa.
Pada high-level segment tanggal 17-18 Desember Delri akan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Pengganti (alternate) Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa; Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta serta Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar.
(nwk/nwk)
Hal tersebut akan diperjuangkan Delegasi RI di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, yang akan berlangsung 7-18 Desember.
“Salah satu strategi Indonesia adalah dengan bertindak Proaktif dengan menurunkan emisi sebesar 26 persen pada tahun 2020 dari business as usual. Hal ini diharapkan akan memicu negara maju untuk berkomitmen dan mendorong negara berkembang lain untuk secara sukarela menurunkan emisi," ujar Ketua Delegasi RI (Delri) Rachmat Witoelar, dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (6/12/2009) malam.
Dengan dilengkapi strategi nasional untuk menurukan emisi tersebut, imbuh mantan Menteri Lingkungan Hidup itu, Indonesia akan mempunyai amunisi yang cukup untuk mendorong tercapainya konsensus internasional di Kopenhagen nanti.
Sementara Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan Indonesia akan mendorong negara maju menurunkan emisi hingga 40 persen.
“Bagi Indonesia, ada beberapa hal prioritas yang akan diperjuangkan, yaitu kesepakatan target penurunan emisi sebagai kelanjutan Protokol Kyoto sesuai Bali Action Plan, yaitu 40 persen rata-rata penurunan emisi oleh negara maju," ujar Gusti.
Kemudian, disepakatinya mekanisme Reducing Emission from Deforestation and Degradation (REDD) agar segera memasuki tahapan implementasi. Yang tidak kalah pentingnya, lanjut Gusti, adalah memasukkan isu kelautan menjadi isu sentral dalam perubahan iklim.
"Sebagaimana yang tertuang dalam Manado Ocean Declaration,” imbuhnya.
Dalam KTT ini RI mengirimkan 60 anggota dibawah pimpinan Rachmat Witoelar sebagai Ketua Delegasi (Negosiasi) yang juga bertindak sebagai Ketua Juru Bicara Delri. Anggota Delri mewakili para pemangku kepentingan perubahan iklim di Indonesia, termasuk Kementerian dan Lembaga Negara terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi massa, sektor swasta dan media massa.
Pada high-level segment tanggal 17-18 Desember Delri akan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Pengganti (alternate) Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa; Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta serta Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar.
(nwk/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
