Massa HTI Minta Kasus Bank Century Dituntaskan
Minggu, 06/12/2009 11:14 WIB
Foto: Ilustrasi/detikcom
Terkait
Jakarta
Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menuntut penegak hukum menuntaskan kasus Bank Century. Mereka mempertanyakan besarnya bailout yang mencapai Rp 6,7 triliun.
"Bencana gempa Padang dan gempa di lokasi lainnya pemerintah hanya mengeluarkan puluhan miliar, tapi kenapa untuk bank kecil seperti B0ank Century mencapai Rp 6,7 triliun," kata salah satu pengunjuk rasa, Ustad MR Kurnia di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (6/12/2009).
Kurnia menilai penggelontoran dana yang begitu besar untuk bank tersebut sangat tidak adil. Alasan pemerintah yang menyatakan jika Bank Century tidak dibantu maka akan terjadi dampak sistemik dinilai tidak masuk akal.
"Itu semua omong kosong. Century bank kecil, tidak akan berpengaruh terhadap masyrakat," katanya
Kurnia meminta koruptor untuk bertobat dan mencari uang yang halal. "Jadi tukang kebersihan, tukang bebek, jauh lebih mulia dari pada jadi koruptor," katanya.
Kurnia juga menyerukan pergantian rezim kapitalis yang ada di Indonesia. Menurutnya rezim ini telah membohongi dan menipu rakyat. "Hal ini bisa terjadi karena rezim di negara kita adalah rezim kapitalis," katanya.
Hingga saat ini ribuan anggota HTI masih bertahan di Bundaran Hotel Indonesia. Hal ini membuat lalu lintas di sekitar HI tersendat. Puluhan anggota polisi menjaga dan mengamankan demonstrasi tersebut.
(nal/nrl)
"Bencana gempa Padang dan gempa di lokasi lainnya pemerintah hanya mengeluarkan puluhan miliar, tapi kenapa untuk bank kecil seperti B0ank Century mencapai Rp 6,7 triliun," kata salah satu pengunjuk rasa, Ustad MR Kurnia di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (6/12/2009).
Kurnia menilai penggelontoran dana yang begitu besar untuk bank tersebut sangat tidak adil. Alasan pemerintah yang menyatakan jika Bank Century tidak dibantu maka akan terjadi dampak sistemik dinilai tidak masuk akal.
"Itu semua omong kosong. Century bank kecil, tidak akan berpengaruh terhadap masyrakat," katanya
Kurnia meminta koruptor untuk bertobat dan mencari uang yang halal. "Jadi tukang kebersihan, tukang bebek, jauh lebih mulia dari pada jadi koruptor," katanya.
Kurnia juga menyerukan pergantian rezim kapitalis yang ada di Indonesia. Menurutnya rezim ini telah membohongi dan menipu rakyat. "Hal ini bisa terjadi karena rezim di negara kita adalah rezim kapitalis," katanya.
Hingga saat ini ribuan anggota HTI masih bertahan di Bundaran Hotel Indonesia. Hal ini membuat lalu lintas di sekitar HI tersendat. Puluhan anggota polisi menjaga dan mengamankan demonstrasi tersebut.
(nal/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
