Penembakan Petani
Tim Investigasi Temukan Selongsong Peluru Tajam
Sabtu, 05/12/2009 22:23 WIB
Palembang
Tim investigasi gabungan LBH Palembang, Walhi Sumsel, Koalisi Advokad, Posbakum, dan Ikadin Palembang menemukan selongsong peluru tajam di lokasi penembakan petani oleh anggota Brimob di perkebunan PT PN VII, kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, 4 Desember kemarin.
"Saat kami melakukan penyisiran di tempat kejadian, kami menemukan selongsong peluru karet dan peluru tajam, termasuk peluru tajam," ujar direktur LBH Palembang Eti Gustina saat jumpa pers di kantornya, Jalan Bidar Blok B, Kampus, Palembang, Sabtu (5/12/2009).
"Dari bukti ini, jelas sekali penembakan bukan upaya pencegahan tapi sebuah tindak kekerasan," tambahnya.
Rencananya, koalisi sejumlah organisasi hukum dan LSM itu akan melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Sumsel serta Komnas HAM.
Mengenai biaya pengobatan, koalisi itu berharap para petani tidak meminta atau menerima sumbangan dari Polri maupun pihak perusahaan.
"Kita akan membantu mereka biaya pengobatan, gratis. Biaya ini hasil sumbangan kita bersama," kata Eti.
Selain menuntut persoalan tindak pidana itu, Eti menjelaskan pihaknya juga akan memperjuangkan persoalan sengketa lahan antara petani dengan PT PN VII Cinta Manis.
Awal kerusuhan, Jumat (04/12/2009) pagi, pondok yang didirikan masyarakat di perkebunan yang sudah ditanami tebu oleh PT PN VII dirobohkan karyawan perusahaan tersebut bersama sejumlah anggota Brimob. Begitu juga sekitar 200 patok tanah yang dipasang petani hilang.
Atas dasar itu, warga menjadi marah. Mereka pun beramai-ramai mendatangi lokasi, dan memang membawa senjata tajam. Kedatangan warga itu langsung disambut dengan terjangan peluru. Selanjutnya warga yang lain marah, ratusan warga itu datang ke lokasi dan merusak infrastruktur yang dipunyai PT PN VII.
Sementara itu, pihak Kepolisian Daerah Sumatra Selatan membantah adanya peluru tajam, seperti juga yang diakui korban bernama Muklis yang dua jarinya putus dan dioperasi kembali karena terkena peluru tajam.
"Itu tidak benar. Tidak ada peluru tajam. Kita menggunakan karet dan peluru kosong. Dapat saja mereka mengalami luka seperti itu kalau jarak terlalu dekat, terkena peluru karet," kata Kepala Humas Polda Sumsel Kombes Abdul Gofur.
Dijelaskan Gofur, peluru karet yang dilepaskan anggota Brimob sebanyak 12 peluru.
(tw/mok)
"Saat kami melakukan penyisiran di tempat kejadian, kami menemukan selongsong peluru karet dan peluru tajam, termasuk peluru tajam," ujar direktur LBH Palembang Eti Gustina saat jumpa pers di kantornya, Jalan Bidar Blok B, Kampus, Palembang, Sabtu (5/12/2009).
"Dari bukti ini, jelas sekali penembakan bukan upaya pencegahan tapi sebuah tindak kekerasan," tambahnya.
Rencananya, koalisi sejumlah organisasi hukum dan LSM itu akan melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Sumsel serta Komnas HAM.
Mengenai biaya pengobatan, koalisi itu berharap para petani tidak meminta atau menerima sumbangan dari Polri maupun pihak perusahaan.
"Kita akan membantu mereka biaya pengobatan, gratis. Biaya ini hasil sumbangan kita bersama," kata Eti.
Selain menuntut persoalan tindak pidana itu, Eti menjelaskan pihaknya juga akan memperjuangkan persoalan sengketa lahan antara petani dengan PT PN VII Cinta Manis.
Awal kerusuhan, Jumat (04/12/2009) pagi, pondok yang didirikan masyarakat di perkebunan yang sudah ditanami tebu oleh PT PN VII dirobohkan karyawan perusahaan tersebut bersama sejumlah anggota Brimob. Begitu juga sekitar 200 patok tanah yang dipasang petani hilang.
Atas dasar itu, warga menjadi marah. Mereka pun beramai-ramai mendatangi lokasi, dan memang membawa senjata tajam. Kedatangan warga itu langsung disambut dengan terjangan peluru. Selanjutnya warga yang lain marah, ratusan warga itu datang ke lokasi dan merusak infrastruktur yang dipunyai PT PN VII.
Sementara itu, pihak Kepolisian Daerah Sumatra Selatan membantah adanya peluru tajam, seperti juga yang diakui korban bernama Muklis yang dua jarinya putus dan dioperasi kembali karena terkena peluru tajam.
"Itu tidak benar. Tidak ada peluru tajam. Kita menggunakan karet dan peluru kosong. Dapat saja mereka mengalami luka seperti itu kalau jarak terlalu dekat, terkena peluru karet," kata Kepala Humas Polda Sumsel Kombes Abdul Gofur.
Dijelaskan Gofur, peluru karet yang dilepaskan anggota Brimob sebanyak 12 peluru.
(tw/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
