Menteri PU Minta Pemda Tolak Berikan Izin Rumah Tak Tahan Gempa
Kamis, 03/12/2009 23:48 WIB
Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menegaskan agar seluruh pemerintah daerah di Indonesia bertindak tegas untuk tidak memberikan izin bagi rumah-rumah yang berada di lokasi rawan gempa namun tidak memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) rumah sederhana tahan gempa.
"Pemda harus disiplin tidak memberikan izin bagi rumah yang tidak tahan gempa," kata Djoko di sela-sela acara Pameran Konstruksi Indonesia 2009 di JCC, Jakarta, Kamis (3/12/2009).
Djoko menjelaskan, saat ini pemerintah telah memiliki SNI mengenai rumah sederhana tahan gempa dan pemetaan terhadap lokasi-lokasi dengan tingkat kerawanan gempa dengan level 1-6 di seluruh Indonesia. Namun, kata Djoko, saat ini hanya tinggal pelaksanaannya di lapangan, mengingat banyak masyarakat yang mencoba menekan biaya saat membangun rumah, dengan tidak mengacu pada SNI rumah tahan gempa.
Hal ini bisa dicegah jika seluruh pemda disiplin menerapkan ketentuan SNI dan memberikan izin mendirikan bangunan. Ia menjelaskan format SNI rumah sederhana tahan gempa, bukan berarti tahan gempa sesungguhnya.
Namun, jika bangunan memenuhi SNI maka proses kerusakan gempa memerlukan waktu yang cukup lama. Sehingga si pemilik rumah memiliki kesempatan untuk selamat jika terjadi gempa.
"Masalahnya kita disiplin nggak, untuk menerapkan SNI," ujarnya.
Mengenai kemampuan jasa konstruksi di Indonesia, ia mengharapkan agar pelaku jasa konstruksi terus berkembang bahkan bisa terus melakukan ekspansi ke luar negeri.
"Kalau handal, maka harapan saya bisa ekspansi ke luar negeri," tutupnya.
(hen/ape)
"Pemda harus disiplin tidak memberikan izin bagi rumah yang tidak tahan gempa," kata Djoko di sela-sela acara Pameran Konstruksi Indonesia 2009 di JCC, Jakarta, Kamis (3/12/2009).
Djoko menjelaskan, saat ini pemerintah telah memiliki SNI mengenai rumah sederhana tahan gempa dan pemetaan terhadap lokasi-lokasi dengan tingkat kerawanan gempa dengan level 1-6 di seluruh Indonesia. Namun, kata Djoko, saat ini hanya tinggal pelaksanaannya di lapangan, mengingat banyak masyarakat yang mencoba menekan biaya saat membangun rumah, dengan tidak mengacu pada SNI rumah tahan gempa.
Hal ini bisa dicegah jika seluruh pemda disiplin menerapkan ketentuan SNI dan memberikan izin mendirikan bangunan. Ia menjelaskan format SNI rumah sederhana tahan gempa, bukan berarti tahan gempa sesungguhnya.
Namun, jika bangunan memenuhi SNI maka proses kerusakan gempa memerlukan waktu yang cukup lama. Sehingga si pemilik rumah memiliki kesempatan untuk selamat jika terjadi gempa.
"Masalahnya kita disiplin nggak, untuk menerapkan SNI," ujarnya.
Mengenai kemampuan jasa konstruksi di Indonesia, ia mengharapkan agar pelaku jasa konstruksi terus berkembang bahkan bisa terus melakukan ekspansi ke luar negeri.
"Kalau handal, maka harapan saya bisa ekspansi ke luar negeri," tutupnya.
(hen/ape)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
