Pembunuhan Nasrudin Dikaitkan ke Skandal Century
Kamis, 03/12/2009 16:52 WIB
Jakarta
Hiruk pikuk kasus bailout Bank Century membuka kesempatan untuk menghubung-hubungkannya dengan berbagai kasus lain. Tidak terkecuali terhadap kasus pembunuhan Nasrudin Zulkaren yang membuat Antasari Azhar lengser dari posisi Ketua KPK.
Penghubungan dilakukan Heri Santoso, satu dari empat terdakwa eksekutor pembunuhan Nasrudin. Ini terjadi dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Tangerang, Kamis (3/12/2009). Agenda sidang adalah pembacaan tuntutan penjara seumur hidup ditutup.
"Ini semua rekayasa, ada pesanan petinggi negara. Sudah jelas ini bermuara pada Century," teriak Heri ketika meninggalkan ruang sidang.
Mendengar teriakan tersebut, wartawan spontan memburu Heri yang tengah digiring polisi kembali ke mobil tahanan. "Siapa petinggi negara itu?" tanya wartawan.
"Saya tidak berani bicara. Anda sudah tahu siapa yang saya maksud," jawab Heri.
"Tahu dari mana ini berhubungan dengan Century?" kejar wartawan.
"Saya sudah lama tahu," balas Heri sambil memasuki mobil tahanan.
Karena tidak mungkin lagi bertanya pada Heri, wartawan langsung mengejar Emmanuel Wanggae, pengacara terdakwa. Tapi dia mengaku juga tidak tahu menahu di mana hubungan antara kasus pembunuhan Nasrudin dengan bailout Century.
"Kita tidak tahu itu," jawab Emmanuel.
Ketika pembunuhan berlangsung, Heri mengemudikan sepeda motor memboncengkan Daniel Siabon yang bertugas menarik pelatuk pistol. Anggota lain kelompok ini adalah Franciscus Padonkoan, Hendrikus Kia Walen dan Eduardus Ndopo Mbete yang juga dituntut hukuman seumur hidup.
(lh/iy)
Penghubungan dilakukan Heri Santoso, satu dari empat terdakwa eksekutor pembunuhan Nasrudin. Ini terjadi dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Tangerang, Kamis (3/12/2009). Agenda sidang adalah pembacaan tuntutan penjara seumur hidup ditutup.
"Ini semua rekayasa, ada pesanan petinggi negara. Sudah jelas ini bermuara pada Century," teriak Heri ketika meninggalkan ruang sidang.
Mendengar teriakan tersebut, wartawan spontan memburu Heri yang tengah digiring polisi kembali ke mobil tahanan. "Siapa petinggi negara itu?" tanya wartawan.
"Saya tidak berani bicara. Anda sudah tahu siapa yang saya maksud," jawab Heri.
"Tahu dari mana ini berhubungan dengan Century?" kejar wartawan.
"Saya sudah lama tahu," balas Heri sambil memasuki mobil tahanan.
Karena tidak mungkin lagi bertanya pada Heri, wartawan langsung mengejar Emmanuel Wanggae, pengacara terdakwa. Tapi dia mengaku juga tidak tahu menahu di mana hubungan antara kasus pembunuhan Nasrudin dengan bailout Century.
"Kita tidak tahu itu," jawab Emmanuel.
Ketika pembunuhan berlangsung, Heri mengemudikan sepeda motor memboncengkan Daniel Siabon yang bertugas menarik pelatuk pistol. Anggota lain kelompok ini adalah Franciscus Padonkoan, Hendrikus Kia Walen dan Eduardus Ndopo Mbete yang juga dituntut hukuman seumur hidup.
(lh/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 20:40 WIB
Polisi: Pembunuhan Paman dan Anak di Depok Karena Sakit Hati
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
225 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
