Rusia Dukung Obama Tambah Pasukan Ke Afghanistan
Kamis, 03/12/2009 03:03 WIB
Jakarta
Pemerintah Rusia memuji inisiatif Presiden AS Barrack Obama menambah pasukan ke Afghanistan. Rusia menilai sikap Obama secara umum sangat positif.
"Moskow bereaksi positif terhadap poin utama strategi pemerintah Obama terhadap Afghanistan dan Pakistan," kata Menteri Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari reuters, Rabu (2/12/2009).
Menlu Rusia memandang perdamaian di Afghanistan harus segera terwujud. Dia percaya apa yang disiapkan Obama mampu mewujudkan stabilitas dan kesejahteraan yang lebih baik di Afghanistan.
"Mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran, menjadi negara yang merdeka, bebas dari kejahatan dan terorisme. Kami percaya implementasi strategi AS akan mampu mewujudkan tujuan ini," harapnya.
Namun sebagian rakyat AS tidak sependapat dengan Obama. Obama malah dianggap seperti Presiden Amerika sebelumnya, George Bush.
"Itu kedengaran seperti George Bush," seru seorang pendemo antiperang yang berkumpul di sebuah bar di San Francisco, AS saat mendengar pidato Obama yang disiarkan stasiun televisi nasional.
Bahkan, sebanyak 15 wanita dan seorang pria berteriak-teriak kesal pada Obama saat berpidato di Akademi Militer AS, West Point, New Tork.
"Saya pikir ini sangat menyedihkan, cetus Brenda Hillman, seorang wanita pendemo lainnya. "Ini rasionalitas yang sama seperti yang kita dengar di era Bush, imbuhnya seperti dikutip dari AFP.
(van/mad)
"Moskow bereaksi positif terhadap poin utama strategi pemerintah Obama terhadap Afghanistan dan Pakistan," kata Menteri Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari reuters, Rabu (2/12/2009).
Menlu Rusia memandang perdamaian di Afghanistan harus segera terwujud. Dia percaya apa yang disiapkan Obama mampu mewujudkan stabilitas dan kesejahteraan yang lebih baik di Afghanistan.
"Mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran, menjadi negara yang merdeka, bebas dari kejahatan dan terorisme. Kami percaya implementasi strategi AS akan mampu mewujudkan tujuan ini," harapnya.
Namun sebagian rakyat AS tidak sependapat dengan Obama. Obama malah dianggap seperti Presiden Amerika sebelumnya, George Bush.
"Itu kedengaran seperti George Bush," seru seorang pendemo antiperang yang berkumpul di sebuah bar di San Francisco, AS saat mendengar pidato Obama yang disiarkan stasiun televisi nasional.
Bahkan, sebanyak 15 wanita dan seorang pria berteriak-teriak kesal pada Obama saat berpidato di Akademi Militer AS, West Point, New Tork.
"Saya pikir ini sangat menyedihkan, cetus Brenda Hillman, seorang wanita pendemo lainnya. "Ini rasionalitas yang sama seperti yang kita dengar di era Bush, imbuhnya seperti dikutip dari AFP.
(van/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
