Laporan dari Singapura
Ical: SBY-Boediono Simbol Negara, Harus Diselamatkan
Kamis, 03/12/2009 02:11 WIB
foto : Hayid detikcom
Singapura
Ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dengan tegas menolak upaya pelengseran SBY-Boediono melalui penggunaan hak angket skandal Bank Century. Sebagai simbol negara, presiden dan wakil presiden harus diselamatkan.
"Apa pun. Pak SBY dan Boediono keduanya itu simbol negara, harus kita selamatkan," kata Ical seusai menerima penghargaan dari Federasi Insinyur se-Asean atau Asean Federation of Engineering Organizations (AFEO) dalam katagori penghargaan Distinguished Honorary Fellow di Suntec Convention Center Singapura, Rabu (2/12/2009) malam.
Menurut mantan Menko Kesra ini, pansus angket skandal Bank Century (kini Bank Mutiara) harus mampu mengungkap siapa saja yang bersalah dan harus dihukum sesuai aturan main yang ada. Sebaliknya, pansus harus membuka dan menyampaikan ke publik tokoh-tokoh yang selama ini dicurigai dan ternyata tidak terbukti.
"Pansus harus bisa membuktikan apakah memang nama-nama yang dicurigai tidak terlibat dan tidak bersalah. Ini semua biar jelas," papar Ical.
Ical meminta publik bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada pansus untuk proses pengusutan kasus ini. Diharapkan, DPR juga bekerja cepat dan keras agar kasus ini segere selesai karena keputusan dan hasilnya ditunggu rakyat.
"Mari kita beri kesempatan kepada pansus untuk bekerja. Tetapi, kita pansus juga harus bekerja cepat, karena hasilnya ditunggu rakyat," pungkasnya. (yid/van)
"Apa pun. Pak SBY dan Boediono keduanya itu simbol negara, harus kita selamatkan," kata Ical seusai menerima penghargaan dari Federasi Insinyur se-Asean atau Asean Federation of Engineering Organizations (AFEO) dalam katagori penghargaan Distinguished Honorary Fellow di Suntec Convention Center Singapura, Rabu (2/12/2009) malam.
Menurut mantan Menko Kesra ini, pansus angket skandal Bank Century (kini Bank Mutiara) harus mampu mengungkap siapa saja yang bersalah dan harus dihukum sesuai aturan main yang ada. Sebaliknya, pansus harus membuka dan menyampaikan ke publik tokoh-tokoh yang selama ini dicurigai dan ternyata tidak terbukti.
"Pansus harus bisa membuktikan apakah memang nama-nama yang dicurigai tidak terlibat dan tidak bersalah. Ini semua biar jelas," papar Ical.
Ical meminta publik bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada pansus untuk proses pengusutan kasus ini. Diharapkan, DPR juga bekerja cepat dan keras agar kasus ini segere selesai karena keputusan dan hasilnya ditunggu rakyat.
"Mari kita beri kesempatan kepada pansus untuk bekerja. Tetapi, kita pansus juga harus bekerja cepat, karena hasilnya ditunggu rakyat," pungkasnya. (yid/van)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
225 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
