Deplu Akan Jelaskan Pelarangan Film Balibo Ke Internasional
Rabu, 02/12/2009 14:48 WIB
Terkait
Jakarta
Lembaga Sensor Film (LSF) telah menngeluarkan larangan pemutaran film Balibo. Departemen Luar Negeri (Deplu) pun akan berusaha menjelaskan pelarangan tersebut kepada dunia internasional.
"Yang perlu kita lakukan adalah berusaha menjelaskan ke pihak internasional apa latar belakang film ini tidak diputar kita perlu memastikan jangan sampai keputusan ini menimbulkan permasalahan baru," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.
Hal ini Marty sampaikan di sela-sela rapat kerja antara Deplu dengan Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2009).
Menurut Marty, saat ini yang paling ditakutkan dari pelarangan film yang mengisahkan tentang tewasnya lima jurnalis asal negeri kanguru ini bisa membuat hubungan antara Indonesia dengan Australia menjadi buruk.
"Kita perlu memastikan jangan sampai keputusan pelarangan film ini menimbulkan permasalahan baru hubungan antara dua negara, Indonesia-Australia," tambahnya.
Terkait pelarangan film Balibo sendiri, menurut Marty, ini sepenuhnya di luar kewenangan Deplu. "Saya yakin lembaga yang mengeluarkan pelarangan itu pastinya dengan berbagai pertimbangan. Jadi Deplu tidak akan masuk ke subtansi pelarangan itu," pungkasnya.
Sebelumnya, Selasa (1/12/2009) kemarin malam di Blitz Megaplex Grand Indonesia digelar acara nonton bareng Film Balibo. Namun sekitar seratus tamu undangan harus kecewa karena tidak dapat menikmati film yang sedianya diputar secara terbatas itu. Balibo dinyatakan tidak lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF).
(her/iy)
"Yang perlu kita lakukan adalah berusaha menjelaskan ke pihak internasional apa latar belakang film ini tidak diputar kita perlu memastikan jangan sampai keputusan ini menimbulkan permasalahan baru," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.
Hal ini Marty sampaikan di sela-sela rapat kerja antara Deplu dengan Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2009).
Menurut Marty, saat ini yang paling ditakutkan dari pelarangan film yang mengisahkan tentang tewasnya lima jurnalis asal negeri kanguru ini bisa membuat hubungan antara Indonesia dengan Australia menjadi buruk.
"Kita perlu memastikan jangan sampai keputusan pelarangan film ini menimbulkan permasalahan baru hubungan antara dua negara, Indonesia-Australia," tambahnya.
Terkait pelarangan film Balibo sendiri, menurut Marty, ini sepenuhnya di luar kewenangan Deplu. "Saya yakin lembaga yang mengeluarkan pelarangan itu pastinya dengan berbagai pertimbangan. Jadi Deplu tidak akan masuk ke subtansi pelarangan itu," pungkasnya.
Sebelumnya, Selasa (1/12/2009) kemarin malam di Blitz Megaplex Grand Indonesia digelar acara nonton bareng Film Balibo. Namun sekitar seratus tamu undangan harus kecewa karena tidak dapat menikmati film yang sedianya diputar secara terbatas itu. Balibo dinyatakan tidak lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF).
(her/iy)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita Ā»
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:20 WIB
Polisi Bantu Promotor Amankan Refund Tiket Konser Lady Gaga
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
559 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index Ā»
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
