detikcom

Direktur JiFFest: Film Balibo Tak Diskreditkan TNI

Irwan Nugroho - detikNews
Rabu, 02/12/2009 12:41 WIB
Balibo (balibo.com)
Jakarta Film "Balibo" dianggap sensitif dan karena itu dinyatakan tidak lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF). Padahal tidak ada siapapun yang didiskreditkan di dalam film tersebut, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Mungkin kalau dibilang berimbang bahwa porsinya sama besar, sih nggak. Tapi kalau diangggap film tersebut mendiskreditkan kalangan tertentu tidak seperti itu," kata Direktur Program Jakarta International Film Festival (JiFFest) Lalu Roisamri, kepada detikcom, Rabu (2/12/2009).

JiFFest sedianya akan menayangkan film tersebut dua sesi, yakni pada tanggal 6 dan 10 Desember mendatang. Jakarta Foreign Correspondents Club juga gagal memutar film ini di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, semalam.

Lalu menduga ada intervensi TNI dalam pelarangan film yang dibintangi Anthony LaPaglia tersebut. Sebab, LSF terdiri dari unsur TNI, Polri, dan juga Badan Intelijen Negara (BIN).

"Saya pikir larangan ini justru akan membuat pemerintah kehilangan wibawa," tandasnya.

Film "Balibo" bercerita tentang terbunuhnya 5 wartawan Australia saat berlangsungnya perang antara TNI dengan gerilyawan Timur Leste (Timor Timur) tahun 1975. Pemerintah Indonesia menyatakan pemutaran film terebut sangat sensitif dan dapat membuka konflik antara Indonesia dan Australia.

Departemen Luar Negeri menyatakan, 5 jurnalis itu (Gary Cunningham, Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Tony Stewart, dan Brian Peters) bukan dibunuh oleh pasukan TNI, melainkan tewas secara tidak sengaja saat terjadi baku tembak. Kasus Balibo Five sendiri dinyatakan telah selesai. (irw/iy)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel