Aliran Dana Century
Banyak Versi Partikelir, YLBHI Desak KPK Beberkan Data Resmi
Rabu, 02/12/2009 03:40 WIB
Jakarta
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusut sekaligus membeberkan data dan versi resmi aliran dana Bank Century. Hal ini mengingat sudah banyak beredar versi-versi partikelir perihal siapa saja yang menerima dana tersebut.
Demikian disampaikan Ketua Yayasan YLBHI, Patra M Zen lewat rilis yang diterima detikcom, Selasa (2/12/2009).
"Perkara Bank Century ini juga mengkhawatirkan karena jika tidak
segera diselesaikan secara hukum, maka akan membuat roda pemerintahan berjalan amat lamban," kata Patra.
"Jika kasus ini diulur-ulur, maka syak wasangka dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah SBY-Budiono bisa saja menurun jatuh," tambahnya.
YLBHI, lanjut Patra, juga meminta kepolisian untuk tidak memproses hukum terlebih dahulu laporan pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan dan/atau fitnah yang diajukan para pihak yang namanya disebut sebagai penerima dana sebelum kasus aliran dana Bank Century ini dituntaskan secara hukum.
Seperti diberitakan, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, trio Mallarangeng, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) melaporkan Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) ke Polda Metro Jaya, Selasa 1 Desember kemarin. Bendera dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik. Bendera menyebut pelapor sebagai pihak yang menerima aliran dana Bank Century.
"Meminta masyarakat terus mengawasi dan mendorong penyelesaian hukum kasus
Bank Century, sekaligus berhati-hati agar tidak tersesat dan masuk ke ranah
kepentingan golongan, apalagi politik adu domba," ujarnya.
(lrn/mpr)
Demikian disampaikan Ketua Yayasan YLBHI, Patra M Zen lewat rilis yang diterima detikcom, Selasa (2/12/2009).
"Perkara Bank Century ini juga mengkhawatirkan karena jika tidak
segera diselesaikan secara hukum, maka akan membuat roda pemerintahan berjalan amat lamban," kata Patra.
"Jika kasus ini diulur-ulur, maka syak wasangka dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah SBY-Budiono bisa saja menurun jatuh," tambahnya.
YLBHI, lanjut Patra, juga meminta kepolisian untuk tidak memproses hukum terlebih dahulu laporan pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan dan/atau fitnah yang diajukan para pihak yang namanya disebut sebagai penerima dana sebelum kasus aliran dana Bank Century ini dituntaskan secara hukum.
Seperti diberitakan, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, trio Mallarangeng, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) melaporkan Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) ke Polda Metro Jaya, Selasa 1 Desember kemarin. Bendera dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik. Bendera menyebut pelapor sebagai pihak yang menerima aliran dana Bank Century.
"Meminta masyarakat terus mengawasi dan mendorong penyelesaian hukum kasus
Bank Century, sekaligus berhati-hati agar tidak tersesat dan masuk ke ranah
kepentingan golongan, apalagi politik adu domba," ujarnya.
(lrn/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
225 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
