PPATK Siap Gerak, Tinggal Tunggu Perintah DPR
Selasa, 01/12/2009 19:12 WIB
Jakarta
Ketua PPATK Yunus Husein mengaku siap membantu proses pengungkapan aliran dana skandal Bank Century dalam pansus Angket Century. Yunus hanya menunggu permintaan dan perintah dari DPR.
"Bukan persoalan sanggup atau tidak, kita ada prioritas. Kalau tidak diminta berarti tidak menjadi prioritas dong," kata Yunus usai bertemu dengan pimpinan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
Yunus menegaskan bahwa selama ini PPATK sudah menyerahkan beberapa data yang diminta KPK untuk beberapa kasus yang ditangani KPK. "Dari 51 yang diminta saja kami baru hasilkan 11 informasi yang kita dalami dan kita sampaikan ke BPK," beber Yunus.
Bahkan, Yunus mengaku setiap hari lembaganya selalu saja menemukan transaki mencurigakan. Jumlahnya pun bahkan sangat banyak. "Kami tiap hari terima laporan transaksi mencurigakan sebanyak 70 diluar masalah ini," imbuhnya.
Yunus berharap agar PPATK lebih mudah dalam membantu pansus angket Century, pansus harus fokus pada beberapa hal krusial yang mengarah ke skandal Bank Century. "Lebih mudah kalau data yang diminta terbatas, fokus juga jelas untuk dikerjakan. Kalau tidak bisa bertahun-tahun tidak akan selesai," tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPR Marzuki Alie menilai PPATK harus spesifik dalam menelusiri aliran dana skandal Bank Century sebesar Rp 6,7 Triliun. "Harapan kita 6,7 Triliun bisa ditelusuri oleh PPATK. Rupanya tidak demikian, harus spesifik," kata Marzuki. (van/yid)
"Bukan persoalan sanggup atau tidak, kita ada prioritas. Kalau tidak diminta berarti tidak menjadi prioritas dong," kata Yunus usai bertemu dengan pimpinan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
Yunus menegaskan bahwa selama ini PPATK sudah menyerahkan beberapa data yang diminta KPK untuk beberapa kasus yang ditangani KPK. "Dari 51 yang diminta saja kami baru hasilkan 11 informasi yang kita dalami dan kita sampaikan ke BPK," beber Yunus.
Bahkan, Yunus mengaku setiap hari lembaganya selalu saja menemukan transaki mencurigakan. Jumlahnya pun bahkan sangat banyak. "Kami tiap hari terima laporan transaksi mencurigakan sebanyak 70 diluar masalah ini," imbuhnya.
Yunus berharap agar PPATK lebih mudah dalam membantu pansus angket Century, pansus harus fokus pada beberapa hal krusial yang mengarah ke skandal Bank Century. "Lebih mudah kalau data yang diminta terbatas, fokus juga jelas untuk dikerjakan. Kalau tidak bisa bertahun-tahun tidak akan selesai," tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPR Marzuki Alie menilai PPATK harus spesifik dalam menelusiri aliran dana skandal Bank Century sebesar Rp 6,7 Triliun. "Harapan kita 6,7 Triliun bisa ditelusuri oleh PPATK. Rupanya tidak demikian, harus spesifik," kata Marzuki. (van/yid)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
225 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
