Skandal Bank Century
Din: SBY Juga Harus Tanggung Jawab
Selasa, 01/12/2009 17:13 WIB
Jakarta
Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai Presiden SBY juga harus ikut bertanggung jawab dalam kasus Bank Century. Ia pun berpendapat seharusnya Menkeu Sri Mulyani dan Wapres Boediono dinonaktifkan.
"Menurut saya SBY juga harus tanggung jawab terkait skandal Bank Century. Karena dia yang mengangkat Sri Mulyani dan memilih Boediono. Jadi secara etika dan moril Presiden harus tanggung jawab," kata Din saat bertemu dengan Tim 9 di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2009).
Namun Din tidak mengungkapkan secara jelas pertanggungjawaban apa yang harus diambil SBY dalam kasus ini. "Bentuknya sesuai hati nurani. Kalau dia punya hati nurani pasti dia menjawab itu. Tapi jangan lama-lama," katanya.
Din menyatakan, seharusnya Boediono dan Sri Mulyani dinonaktifkan selama
penyidikan kasus Century. "Seharusnya mereka dinonaktifkan selama penyidikan termasuk selama proses hak angket," katanya.
Din mengungkapkan Muhammadiyah mendukung pengusutan skandal Bank Century. Namun ia minta DPR serius dan jangan main-main dalam mengusung hak angket. "Saya ingatkan secara tertulis di sini agar DPR jangan main-main dengan kasus hak angket ini. Harus berhasil dan efektif," katanya.
Din pun mengungkapkan kekecewaannya saat menyaksikan jalannnya sidang paripurna yang digelar di DPR tadi siang. Menurutnya sidang paripurna itu menghambat demokrasi. "Ini merupakan gelagat tidak baik, berkamuflase dan berpura-pura dalam menyelesaikan kasus ini," katanya.
(nal/iy)
"Menurut saya SBY juga harus tanggung jawab terkait skandal Bank Century. Karena dia yang mengangkat Sri Mulyani dan memilih Boediono. Jadi secara etika dan moril Presiden harus tanggung jawab," kata Din saat bertemu dengan Tim 9 di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2009).
Namun Din tidak mengungkapkan secara jelas pertanggungjawaban apa yang harus diambil SBY dalam kasus ini. "Bentuknya sesuai hati nurani. Kalau dia punya hati nurani pasti dia menjawab itu. Tapi jangan lama-lama," katanya.
Din menyatakan, seharusnya Boediono dan Sri Mulyani dinonaktifkan selama
penyidikan kasus Century. "Seharusnya mereka dinonaktifkan selama penyidikan termasuk selama proses hak angket," katanya.
Din mengungkapkan Muhammadiyah mendukung pengusutan skandal Bank Century. Namun ia minta DPR serius dan jangan main-main dalam mengusung hak angket. "Saya ingatkan secara tertulis di sini agar DPR jangan main-main dengan kasus hak angket ini. Harus berhasil dan efektif," katanya.
Din pun mengungkapkan kekecewaannya saat menyaksikan jalannnya sidang paripurna yang digelar di DPR tadi siang. Menurutnya sidang paripurna itu menghambat demokrasi. "Ini merupakan gelagat tidak baik, berkamuflase dan berpura-pura dalam menyelesaikan kasus ini," katanya.
(nal/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:20 WIB
Polisi Bantu Promotor Amankan Refund Tiket Konser Lady Gaga
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
525 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
