Laporkan Bendera
Ibas: Kalau Tak Dilaporkan Nanti Jadi Kebiasaan
Selasa, 01/12/2009 14:20 WIB
Jakarta
Putra Presiden SBY, Edhie Baskoro (Ibas), ingin membuat jera Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) yang menudingnya menerima dana aliran Bank Century. Ia tidak ingin pencemaran nama baik menjadi kebiasaan.
"Ya kalau tidak dilaporkan nanti jadi kebiasaan," kata Ibas di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
Selain Ibas, Bendera juga dilaporkan dengan sangkaan pencemaran nama baik oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto dan trio Mallarangeng yakni
Andi Mallarangeng, Rizal Mallarangeng dan Choel Mallarangeng, Hatta.
Setelah melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Ibas cs langsung di BAP di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrium).
Andi mengatakan, ada 8 pertanyaan dasar yang ditanya penyidik seputar laporan mereka. Pemeriksaan lanjutan tergantung dari pihak kepolisian. Laporan ini juga sebagai bentuk klarifikasi agar demokrasi tidak dikotori dengan kampanye gelap.
"Seperti biasa (pertanyaannya) darimana mereka dengarnya, tempat terjadinya. Demokrasi kita semakin maju. Jangan dikotori dengan kampanye hitam dan fitnah-fitnah," ungkapnya.
Sedangkan Rizal mengatakan, pihak-pihak yang telah menyebutkan mereka telah menerima aliran dana Bank Century harus mempertanggungjawabkannya.
"Mereka harus mempertanggungjawabkannya di depan publik. Kita bertemu di pengadilan," tukasnya.
(gus/iy)
"Ya kalau tidak dilaporkan nanti jadi kebiasaan," kata Ibas di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
Selain Ibas, Bendera juga dilaporkan dengan sangkaan pencemaran nama baik oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto dan trio Mallarangeng yakni
Andi Mallarangeng, Rizal Mallarangeng dan Choel Mallarangeng, Hatta.
Setelah melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Ibas cs langsung di BAP di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrium).
Andi mengatakan, ada 8 pertanyaan dasar yang ditanya penyidik seputar laporan mereka. Pemeriksaan lanjutan tergantung dari pihak kepolisian. Laporan ini juga sebagai bentuk klarifikasi agar demokrasi tidak dikotori dengan kampanye gelap.
"Seperti biasa (pertanyaannya) darimana mereka dengarnya, tempat terjadinya. Demokrasi kita semakin maju. Jangan dikotori dengan kampanye hitam dan fitnah-fitnah," ungkapnya.
Sedangkan Rizal mengatakan, pihak-pihak yang telah menyebutkan mereka telah menerima aliran dana Bank Century harus mempertanggungjawabkannya.
"Mereka harus mempertanggungjawabkannya di depan publik. Kita bertemu di pengadilan," tukasnya.
(gus/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
Jumat, 25/05/2012 18:30 WIB
Kutip Testimoni Najwa dan Ketua KPK, Pengelola Situs Jokowi-Basuki Minta Maaf
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
