Tolak Kerusakan Hutan
Greenpeace: Kampanye di Riau Untuk Bantu RI Selamatkan Hutan
Senin, 30/11/2009 16:31 WIB
dok detikcom
Pekanbaru
Greenpeace membantah kampanye menolak penghancuran kawasan gambut di Riau untuk mempermalukan Indonesia dalam pertemuan konferensi iklim di Konpenhagen. Greenpeace juga membantah kampanye mereka merupakan pesanan asing. Greenpeace justru ingin membantu Indonesia menjalankan komitmennya menurunkan emisi karbon.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Greenpeace Wilayah Asia Tenggara, Bustar Maitar, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (30/11/2009) di Pekanbaru. Menurut Bustar, konferensi iklim internasional itu akan diselenggarakan pada 5 Desember 2009 di Kopenhagen, Denmark.
"Presiden SBY dalam segala pertemuan dengan dunia internasional selalu menyebut akan menekan emisi karbon hingga 26 persen. Dan bila didukung dunia internasional, Indonesia mampu menekan sampai 41 persen. Kampanye SBY inilah justru yang akan kami dukung di mata internasional dalam pertemua di kopenhagen nanti," kata Bustar.
Untuk mendukung langkah tersebut, kata Bustar, SBY harus mengintruksikan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mencabut izin perluasan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Termasuk memberi sanksi kepada PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) yang masih menampung kayu alam sebagai bahan baku kertas.
Menurut Bustar, kehadiran Greenpeace di Riau untuk menentang penghancuran kawasan gambut di Semenanjung Kampar oleh PT RAPP. Hal tersebut terkait izin HTI yang dikeluarkan mantan Menhut MS Kaban. Izin seluas 115 ribu hektar itu, 56 ribu di antaranya berada di kawasan gambut kedalaman lebih 3 meter. Begitu juga dengan PT Indah Kiat perusahaan bubur kertas milik Sinar Mas Group masih menampung kayu alam yang dijadikan bahan baku kertas.
"Sepanjang izin tersebut tidak dicabut, maka masyarakat internasional akan meragukan keinginan SBY untuk menekan emisi karbon. Sebab, konsesi yang dimiliki PT RAPP itu justru akan melepas emisi karbon jutaan ton," kata Bustar.
Bustar juga membantah kampanye Greenpeace di Riau pesanan pihak asing. Menurutnya, kampanyenya di Riau justru menyelamatkan hutan gambut yang masih tersisa di Indonesia.
"Kami kampanye semata-mata menyelamatkan hutan Indonesia yang masih tersisa," tegas Bustar.
(cha/djo)
Hal itu disampaikan Juru Bicara Greenpeace Wilayah Asia Tenggara, Bustar Maitar, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (30/11/2009) di Pekanbaru. Menurut Bustar, konferensi iklim internasional itu akan diselenggarakan pada 5 Desember 2009 di Kopenhagen, Denmark.
"Presiden SBY dalam segala pertemuan dengan dunia internasional selalu menyebut akan menekan emisi karbon hingga 26 persen. Dan bila didukung dunia internasional, Indonesia mampu menekan sampai 41 persen. Kampanye SBY inilah justru yang akan kami dukung di mata internasional dalam pertemua di kopenhagen nanti," kata Bustar.
Untuk mendukung langkah tersebut, kata Bustar, SBY harus mengintruksikan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mencabut izin perluasan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Termasuk memberi sanksi kepada PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) yang masih menampung kayu alam sebagai bahan baku kertas.
Menurut Bustar, kehadiran Greenpeace di Riau untuk menentang penghancuran kawasan gambut di Semenanjung Kampar oleh PT RAPP. Hal tersebut terkait izin HTI yang dikeluarkan mantan Menhut MS Kaban. Izin seluas 115 ribu hektar itu, 56 ribu di antaranya berada di kawasan gambut kedalaman lebih 3 meter. Begitu juga dengan PT Indah Kiat perusahaan bubur kertas milik Sinar Mas Group masih menampung kayu alam yang dijadikan bahan baku kertas.
"Sepanjang izin tersebut tidak dicabut, maka masyarakat internasional akan meragukan keinginan SBY untuk menekan emisi karbon. Sebab, konsesi yang dimiliki PT RAPP itu justru akan melepas emisi karbon jutaan ton," kata Bustar.
Bustar juga membantah kampanye Greenpeace di Riau pesanan pihak asing. Menurutnya, kampanyenya di Riau justru menyelamatkan hutan gambut yang masih tersisa di Indonesia.
"Kami kampanye semata-mata menyelamatkan hutan Indonesia yang masih tersisa," tegas Bustar.
(cha/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
