SBY: Perempuan Jarang Korupsi
Senin, 30/11/2009 12:36 WIB
Jakarta
Korupsi selama ini menjadi momok di negeri ini. Setiap hari pemberitaan tentang korupsi tak ada habis-habisnya. Siapa pelakunya? Kebanyakan memang para lelaki.
Hal inilah yang menjadi prioritas Presiden SBY dalam pemerintahannya 5 tahun ke depan. Untuk mengurangi korupsi, pemberian kredit akan lebih disalurkan kepara perempuan.
"Rp 100 triliun kita siapkan untuk memberikan pinjaman lunak. Kita utamakan yang paling banyak dikelola oleh perempuan," kata SBY dalam sambutannya di acara peringatan 10 tahun kelahiran Komnas Perempuan di Kantor BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (30/11/2009).
SBY menjelaskan, jarang sekali korupsi dilakukan oleh perempuan, terutama dalam dunia usaha. "Perempuan jarang gagal, tidak boros, jarang korupsi," pujinya.
Dia mencontohkan, peraih Nobel Perdamaian asal Banglades, Muhammad Yunus, mendapatkan Nobel tersebut lantaran memberikan kredit lunak kepada warga Banglades yang mayoritas adalah masyarakat miskin. Hampir 100 persen pinjaman tersebut dia berikan kepada perempuan.
"Muhammad Yunus, peraih Novel Perdamaian menyerahkan bantuan kepada penduduk miskin, 97 persen dari 7 juta yang diberikan pinjaman adalah kaum perempuan," jelas kakek Aira ini.
Dengan lebih mementingkan kaum perempuan, SBY berharap ke depan pemerintahan Indonesia bisa berjalan dengan lebih baik.
(anw/nrl)
Hal inilah yang menjadi prioritas Presiden SBY dalam pemerintahannya 5 tahun ke depan. Untuk mengurangi korupsi, pemberian kredit akan lebih disalurkan kepara perempuan.
"Rp 100 triliun kita siapkan untuk memberikan pinjaman lunak. Kita utamakan yang paling banyak dikelola oleh perempuan," kata SBY dalam sambutannya di acara peringatan 10 tahun kelahiran Komnas Perempuan di Kantor BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (30/11/2009).
SBY menjelaskan, jarang sekali korupsi dilakukan oleh perempuan, terutama dalam dunia usaha. "Perempuan jarang gagal, tidak boros, jarang korupsi," pujinya.
Dia mencontohkan, peraih Nobel Perdamaian asal Banglades, Muhammad Yunus, mendapatkan Nobel tersebut lantaran memberikan kredit lunak kepada warga Banglades yang mayoritas adalah masyarakat miskin. Hampir 100 persen pinjaman tersebut dia berikan kepada perempuan.
"Muhammad Yunus, peraih Novel Perdamaian menyerahkan bantuan kepada penduduk miskin, 97 persen dari 7 juta yang diberikan pinjaman adalah kaum perempuan," jelas kakek Aira ini.
Dengan lebih mementingkan kaum perempuan, SBY berharap ke depan pemerintahan Indonesia bisa berjalan dengan lebih baik.
(anw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Mahfud MD: Ada Persoalan Komitmen dan Moral dalam Pemberian Grasi
-
Jumat, 25/05/2012 23:10 WIB
Api Lahap SD di Kebon Jeruk, 25 Unit Pemadam Kebakaran Dikerahkan
-
Jumat, 25/05/2012 22:07 WIB
Jika di Posisi SBY, Mahfud MD Tak akan Berikan Grasi untuk Corby
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
Jumat, 25/05/2012 07:19 WIB
Mabes Janji Usut Porsche Cayenne Berpelat Nomor TNI
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
277 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
