10 Tahun Komnas Perempuan
Stigma Kekerasan Terhadap Perempuan Belum Terkikis
Senin, 30/11/2009 12:14 WIB
Jakarta
10 Tahun kelahiran Komnas Perempuan diperingati hari ini. Selama satu dasawarsa, Komnas Perempuan masih belum bisa menghilangkan stigma-stigma buruk terhadap korban tindak kekerasan yang dialami oleh perempuan.
"Kami sesalkan segala keterbatasan kami untuk mengakhiri stigma yang masih terus membayang-bayangi para korban hingga sekarang," kata Ketua Komnas Perempuan Kamala Chandrakirana saat memberikan sambutan dalam puncak peringatan 10 tahun Komnas Perempuan di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (30/11/2009).
Hadir dalam acara ini Presiden SBY beserta Ibu Any Yudhoyono, Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar, Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, dan Mendagri Gamawan Fauzi. Hadir pula para perempuan korban kekerasan akibat konflik dari beberapa daerah di Indonesia.
Kamala mengatakan, stigma buruk terhadap para perempuan masih terjadi lantaran beban penjaga moralitas dan kesucian keluarga dan masyarakat secara tidak adil diletakkan pada pundak kaum perempuan semata. Di samping itu, penolakan pemimpin perempuan masih juga terjadi lantaran pertarungan politik makro telah mempersalahkan pilihan-pilihan afiliasi dan aktivisme politik perempuan.
"Sudah saatnya bagi bangsa Indoensia untuk menatap kekeliruan-klekeliruan masa lalu agar dapat membantu pemulihan semua korbannya dan memastikan bahwa masa depan perempuan Indonesia dapat terbebas dari pelanggaran-pelanggaran semacam ini," beber wanita berambut putih tersebut.
Dia menambahkan, pemulihan terhadap para korban kekerasan terhadap perempuan perlu dibangun dengan melanggengkan pola hubungan antara laki-laki dan perempuan yang setara dan tidak lagi ada pemisahan antara ruang privat dan publik yang selama ini memojokkan perempuan.
"Segala inisiatif yang diambil untuk memulihkan korban tidak boleh melenggangkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan jender, apalagi mengingat banyaknya inisiatif 'perlindungan' yang justru berakibat pada pembatasan ruang gerak dan kedaulatan
diri korban san perempuan secara murni," ujarnya.
Dalam ulang tahunnya yang ke-10, Komnas Perempuan mengeluarkan buku berjudul 'Kita Bersikap' yang berisi landasan kokoh para perempuan untuk mengeluarkan jati diri dari siklus kekerasan dan segala bentuk diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Presiden SBY berjanji akan lebih mengutamakan hak-hak kaum perempuan dalam pemerintahannya 5 tahun mendatang. SBY juga berjanji akan lebih meningkatkan peran perempuan dalam kehidupan bernegara.
(anw/nrl)
"Kami sesalkan segala keterbatasan kami untuk mengakhiri stigma yang masih terus membayang-bayangi para korban hingga sekarang," kata Ketua Komnas Perempuan Kamala Chandrakirana saat memberikan sambutan dalam puncak peringatan 10 tahun Komnas Perempuan di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (30/11/2009).
Hadir dalam acara ini Presiden SBY beserta Ibu Any Yudhoyono, Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar, Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, dan Mendagri Gamawan Fauzi. Hadir pula para perempuan korban kekerasan akibat konflik dari beberapa daerah di Indonesia.
Kamala mengatakan, stigma buruk terhadap para perempuan masih terjadi lantaran beban penjaga moralitas dan kesucian keluarga dan masyarakat secara tidak adil diletakkan pada pundak kaum perempuan semata. Di samping itu, penolakan pemimpin perempuan masih juga terjadi lantaran pertarungan politik makro telah mempersalahkan pilihan-pilihan afiliasi dan aktivisme politik perempuan.
"Sudah saatnya bagi bangsa Indoensia untuk menatap kekeliruan-klekeliruan masa lalu agar dapat membantu pemulihan semua korbannya dan memastikan bahwa masa depan perempuan Indonesia dapat terbebas dari pelanggaran-pelanggaran semacam ini," beber wanita berambut putih tersebut.
Dia menambahkan, pemulihan terhadap para korban kekerasan terhadap perempuan perlu dibangun dengan melanggengkan pola hubungan antara laki-laki dan perempuan yang setara dan tidak lagi ada pemisahan antara ruang privat dan publik yang selama ini memojokkan perempuan.
"Segala inisiatif yang diambil untuk memulihkan korban tidak boleh melenggangkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan jender, apalagi mengingat banyaknya inisiatif 'perlindungan' yang justru berakibat pada pembatasan ruang gerak dan kedaulatan
diri korban san perempuan secara murni," ujarnya.
Dalam ulang tahunnya yang ke-10, Komnas Perempuan mengeluarkan buku berjudul 'Kita Bersikap' yang berisi landasan kokoh para perempuan untuk mengeluarkan jati diri dari siklus kekerasan dan segala bentuk diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Presiden SBY berjanji akan lebih mengutamakan hak-hak kaum perempuan dalam pemerintahannya 5 tahun mendatang. SBY juga berjanji akan lebih meningkatkan peran perempuan dalam kehidupan bernegara.
(anw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 00:04 WIB
Mahfud MD: Ada Persoalan Komitmen dan Moral dalam Pemberian Grasi
-
Jumat, 25/05/2012 23:10 WIB
Api Lahap SD di Kebon Jeruk, 25 Unit Pemadam Kebakaran Dikerahkan
-
Jumat, 25/05/2012 22:07 WIB
Jika di Posisi SBY, Mahfud MD Tak akan Berikan Grasi untuk Corby
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
Jumat, 25/05/2012 07:19 WIB
Mabes Janji Usut Porsche Cayenne Berpelat Nomor TNI
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
277 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
