Detik.com News
Detik.com
Senin, 30/11/2009 01:07 WIB

Arus Balik Lebaran Haji, Jalur Pantura Macet Total foto

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Libur panjang lebaran Idul Adha atau Lebaran Haji telah berakhir. Arus balik para pemudik yang bergerak meninggalkan kampung halamannya, menyebabkan kemacetan di jalur Pantura.

Informasi yang dikumpulkan detikcom hingga pukul 00.40 WIB, Senin (30/11/2009), kemacetan parah terjadi mulai dari Losari.

"Pantura dari Losari macet parah, sudah sejam lebih tidak gerak," ujar Pras, seorang pemudik melalui fasilitas infoanda detikcom.

Pemudik lainnya Siti Khotijah menyampaikan kemacetan di Cirebon sudah sangat parah sehingga kendaraan tidak bisa bergerak. "Gimana ini, kok tidak ada satu pun polisi yang nongol ya, mohon ditindak lanjuti segera," tulisnya.

Keluhan lain disampaikan oleh Witjaksono. Tegal-Cikampek yang biasanya bisa ditempuh 4-5 jam kini ditempuh 12 jam.

"Pantura macet parah. Tegal - Cikampek 12 jam. Polisi kok tidak tampak?" ujarnya.

Sementara itu kawasan Nagrek, Jawa Barat juga macet total.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rdf/rdf)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%