Laporan dari Malaysia
Idul Adha, Ribuan TKI di Malaysia Tetap Bekerja
Sabtu, 28/11/2009 14:36 WIB
Ilustrasi
Kuala Lumpur
Tidak semua warga negara Indonesia di Malaysia dapat merayakan kebahagiaan di hari Idul Adha. Tenaga kerja Indonesia yang bekerja di pabrik Western Digital Malaysia tetap bekerja seperti hari biasa ketika umat muslim lainnya khidmat melaksanakan sholat Ied dan pemotongan hewan kurban.
Lebih dari 7 ribu pekerja bekerja di pabrik asal Amerika Serikat yang membuat hard disk komputer tersebut. 4 ribu di antaranya adalah pekerja asal Indonesia yang mayoritasnya adalah muslim.
Salah seorang pekerja, Siska (24) mengaku sedih tidak pernah merayakan Idul Fitri ataupun Idul Adha sejak bekerja di pabrik tersebut. Kehampaan hari raya terpaksa diharus dirasakannya sejak bekerja di tempat tersebut.
"Pasti bersedih lah karena tidak bisa sholat ied. Tidak bisa berkumpul-kumpul untuk merayakan. Bukannya sholat tapi malah tetap bekerja," ungkap Siska (24) ketika berbincang-bincang dengan detikcom dekat Western Digital, Petaling Jaya, Malaysia (27/11/2009).
Siska yang sudah bekerja 2 tahun ini mengatakan, setiap hari mereka harus bekerja selama 12 jam dengan istirahat satu jam. Dalam seminggu, mereka bekerja selama 4 hari dan libur dua hari. Meski gaji yang diberikan lumayan, namun Siska mengeluhkan tidak adanya kebijakan pihak pabrik untuk meliburkan para pekerjanya pada public holiday.
"Bukan cuma untuk yang muslim, tapi pekerja yang umat lain juga begitu. Ini sudah lama. Jadi tidak ada sejarahnya public holiday di pabrik ini. Kecuali libur biasa saja. Libur biasa saja suka jadi malah lembur," katanya.
Hal sama juga diungkapkan Ana (26) yang sudah lama tidak merayakan hari raya. "Harusnya bisa merayakan dan kumpul untuk saling kenal dengan teman teman lainnya, tapi di sini susah. Katanya, kalau sudah masuk ke sini ya harus ikuti aturan perusahaan," cetus dia.
Ketika ditanya tentang adanya himbauan atau aturan dari pemerintah Malaysia yang mengharuskan setiap majikan di negara itu untuk memberi libur kepada pekerjanya pada public holiday, Siska mengatakan tidak tahu.
"Saya hanya berharap KBRI harus tahu ini dan bertindak. Karena kan ibadah juga hak privasi kami," cetus gadis asal Cilacap ini.
Presiden Union Migrant (Unimig) Indonesia, Muhammad Iqbal, mengaku terkejut dengan kenyataan tersebut. Padahal menurutnya, pabrik-pabrik lainnya telah meliburkan pekerja mereka pada public holiday seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
"Unimig sangat menyayangkan masih ada pabrik di sini yang tidak meliburkan pekerjanya pada public holiday. Padahal Malaysia ini adalah negara Islam. Seharusnya ada himbauan," kata Iqbal di sela-sela pelatihan komputer bagi TKI di Sungei Way, Petaling Jaya.
Unimig Indonesia pada 26 November mengadakan pelatihan komputer untuk TKI di Daerah Sei Wai Kuala Lumpur Malaysia. Sebanyak 64 TKI menjadi peserta pada pelatihan komputer.
Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur, Teguh Hendro Cahyono berjanji untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Menurutnya, tidak dibenarkan pabrik di Malaysia untuk tetap memperkerjakan pekerjanya pada hari public holiday.
"Di Malaysia ada UU TKI yang mengatur bahwa pabrik harus meliburkan pekerjanya pada public holiday. Saya akan cek lagi. Kalau di Taiwan, Hongkong atau negara lain, saya bisa memahami. Tapi ini kan di Malaysia," tandasnya.
(rmd/irw)
Lebih dari 7 ribu pekerja bekerja di pabrik asal Amerika Serikat yang membuat hard disk komputer tersebut. 4 ribu di antaranya adalah pekerja asal Indonesia yang mayoritasnya adalah muslim.
Salah seorang pekerja, Siska (24) mengaku sedih tidak pernah merayakan Idul Fitri ataupun Idul Adha sejak bekerja di pabrik tersebut. Kehampaan hari raya terpaksa diharus dirasakannya sejak bekerja di tempat tersebut.
"Pasti bersedih lah karena tidak bisa sholat ied. Tidak bisa berkumpul-kumpul untuk merayakan. Bukannya sholat tapi malah tetap bekerja," ungkap Siska (24) ketika berbincang-bincang dengan detikcom dekat Western Digital, Petaling Jaya, Malaysia (27/11/2009).
Siska yang sudah bekerja 2 tahun ini mengatakan, setiap hari mereka harus bekerja selama 12 jam dengan istirahat satu jam. Dalam seminggu, mereka bekerja selama 4 hari dan libur dua hari. Meski gaji yang diberikan lumayan, namun Siska mengeluhkan tidak adanya kebijakan pihak pabrik untuk meliburkan para pekerjanya pada public holiday.
"Bukan cuma untuk yang muslim, tapi pekerja yang umat lain juga begitu. Ini sudah lama. Jadi tidak ada sejarahnya public holiday di pabrik ini. Kecuali libur biasa saja. Libur biasa saja suka jadi malah lembur," katanya.
Hal sama juga diungkapkan Ana (26) yang sudah lama tidak merayakan hari raya. "Harusnya bisa merayakan dan kumpul untuk saling kenal dengan teman teman lainnya, tapi di sini susah. Katanya, kalau sudah masuk ke sini ya harus ikuti aturan perusahaan," cetus dia.
Ketika ditanya tentang adanya himbauan atau aturan dari pemerintah Malaysia yang mengharuskan setiap majikan di negara itu untuk memberi libur kepada pekerjanya pada public holiday, Siska mengatakan tidak tahu.
"Saya hanya berharap KBRI harus tahu ini dan bertindak. Karena kan ibadah juga hak privasi kami," cetus gadis asal Cilacap ini.
Presiden Union Migrant (Unimig) Indonesia, Muhammad Iqbal, mengaku terkejut dengan kenyataan tersebut. Padahal menurutnya, pabrik-pabrik lainnya telah meliburkan pekerja mereka pada public holiday seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
"Unimig sangat menyayangkan masih ada pabrik di sini yang tidak meliburkan pekerjanya pada public holiday. Padahal Malaysia ini adalah negara Islam. Seharusnya ada himbauan," kata Iqbal di sela-sela pelatihan komputer bagi TKI di Sungei Way, Petaling Jaya.
Unimig Indonesia pada 26 November mengadakan pelatihan komputer untuk TKI di Daerah Sei Wai Kuala Lumpur Malaysia. Sebanyak 64 TKI menjadi peserta pada pelatihan komputer.
Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur, Teguh Hendro Cahyono berjanji untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Menurutnya, tidak dibenarkan pabrik di Malaysia untuk tetap memperkerjakan pekerjanya pada hari public holiday.
"Di Malaysia ada UU TKI yang mengatur bahwa pabrik harus meliburkan pekerjanya pada public holiday. Saya akan cek lagi. Kalau di Taiwan, Hongkong atau negara lain, saya bisa memahami. Tapi ini kan di Malaysia," tandasnya.
(rmd/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
