detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 22:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 28/11/2009 13:46 WIB

Hingga Tengah Hari, NTT Digoyang Gempa 5 Kali

Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Gempa bumi berkekuatan 5,1 SR menggoyang Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa ini merupakan kelima kalinya yang terjadi di wilayah tersebut dalam satu hari ini.

Menurut situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG), Sabtu (28/11/2009), gempa terakhir terjadi pukul 13.17 WIB.

Titik pusat gempa berada di 10.89 LS - 119.02 BT atau 194 Km barat daya Waingapu, NTT. Gempa terjadi pada kedalaman 94 Km.

Empat gempa sebelumnya terjadi pukul 06.36, 07.04, 11.25, dan 13.04 WIB. Kekuatan gempa berkisar 5-6 SR dengan kedalamannya bervariasi antara 20 hingga 194 Km.

Belum diketahui terjadinya kerusakan dari serangkain gempa ini. Namun, BMG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(irw/djo)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%