Detik.com News
Detik.com
Jumat, 27/11/2009 21:44 WIB

Andi Mallarangeng Ingin Pelajari Teknik Diplomasi JK

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Andi Mallarangeng Ingin Pelajari Teknik Diplomasi JK
Makassar - Kedatangan Menpora yang juga Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Alfian Mallarangeng, di kediaman mantan Wapres Jusuf Kalla, Jl Haji Bau No 16, Makassar (27/11/2009), selain bermaksud bersilaturahmi dengan JK, ternyata Andi juga ingin mempelajari teknik berdiplomasi JK.

Hal tersebut disampaikan Andi usai bertemu dengan JK selama satu setengah jam, yang juga ditemani oleh dua adiknya yakni Choel Mallarangeng dan Rizal Mallarangeng.

"Saya ingin belajar dari beliau bagaimana berdiplomasi dan cara bernegosiasi dalam perundingan-perundingan internasional," ujar Andi yang memakai batik cokelat.

Selain itu, dalam pertemuannya dengan JK, Andi juga sempat mendiskusikan persoalan di negeri ini, terutama soal krisis listrik nasional dan pengalaman JK dalam mengelola roda pemerintahan.

Andi juga membantah kedatangan dirinya untuk mendiskusikan skandal bailout Bank Century bersama JK. "Tidak ada itu, kedatangan saya hanya silaturahmi Lebaran, saya juga tidak diutus oleh Presiden untuk hal itu," pungkas Andi.


(mna/lrn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%