Mengais Rezeki dari Hitamnya Arang
Jumat, 27/11/2009 16:37 WIB
Penjual arang (Foto: E Mei/ detikcom)
Jakarta
Perayaan Idul Adha selalu identik dengan daging kurban. Dan pada perayaan Idul Adha ini pun, usaha penjualan arang batok menjamur.
Misalnya saja di kawasan Manggarai, Jakarta Timur. Di sepanjang jalan tersebut, Anda pasti menemukan jejeran pedagang arang batok di pinggir jalan.
Warga sekitar Manggarai, memanfaatkan hari tersebut dengan berjualan arang batok. Tidak terlalu mahal untuk harga sekantong arang.
"Lima ribu rupiah saja untuk kantong besar," kata Mulyani (30) kepada detikcom di Jalan Manggarai, Jaktim, Jumat (27/11/2009).
Dan untuk sekantong plastik ukuran kecil, arang batok dijual dengan harga Rp 5.000 per dua kantong. "Kalau satu kantong, tiga ribu rupiah," katanya.
Setiap tahun, Mulyani tak pernah melewatkan peluang mencari rezeki dari berjualan arang batok. Meski untung yang didapat tidaklah terlalu besar. "Hanya untung Rp 500 per kantong," ujarnya.
Satu kuintal arang terjual laris pada perayaan Idul Adha tahun lalu. Namun, untungnya pun tidak terlalu besar.
"Cuma lima puluh ribu rupiah untungnya," jelasnya.
Pembeli arang kebanyakan bukan penduduk setempat. Orang-orang yang sekali lewat tak jarang menyempatkan waktu membeli arang.
"Nggak banyak sih belinya, paling dua sampai lima bungkus. Tapi ya lumayan," katanya sambil tersenyum.
Penjualan arang tahun ini dirasakan Mulyani berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. "Sekarang sepi, nggak ada yang beli," ucapnya.
Keseharian Mulyani adalah seorang ibu rumah tangga. Pekerjaan ini dia lakoni untuk membantu suaminya. Pekerjaan suaminya sebagai sopir angkot, tak mampu mencukupi kebutuhan sekeluarganya.
Suka Duka
Sudah sejak subuh Mulyani sudah berdiri di pi nggir jalan menuju Stasiun Manggarai tersebut. Terik matahari tak membuat surut semangat ibu 2 anak ini. Kepulan debu dan asap kendaraan tak menghapus senyumannya ketika menyapa pembeli.
Pukul 11.00 WIB, Mulyani baru mendapatkan satu pembeli. Seorang sopir bajaj bermaksud membeli sekantong arang dan satu panggangan kecil. Harga untuk panggangan kecil, dijual Mulyani sebesar Rp 15 ribu.
"Panggangan sama arang kantong besar Rp 17 ribu saja ya," tawar pembeli.
"Nggak ada untung pak," balas Mulyani dengan sabar.
Ya, tak jarang pembeli Mulyani menawar barang dagangannya dengan harga murah. Tak jarang pula Mulyani menjualnya dengan harga modal.
"Daripada nggak laku, nggak kepakai buat apa. Mendingan dijual seharga modal saja," katanya sambil tertunduk lesu.
(mei/gah)
Misalnya saja di kawasan Manggarai, Jakarta Timur. Di sepanjang jalan tersebut, Anda pasti menemukan jejeran pedagang arang batok di pinggir jalan.
Warga sekitar Manggarai, memanfaatkan hari tersebut dengan berjualan arang batok. Tidak terlalu mahal untuk harga sekantong arang.
"Lima ribu rupiah saja untuk kantong besar," kata Mulyani (30) kepada detikcom di Jalan Manggarai, Jaktim, Jumat (27/11/2009).
Dan untuk sekantong plastik ukuran kecil, arang batok dijual dengan harga Rp 5.000 per dua kantong. "Kalau satu kantong, tiga ribu rupiah," katanya.
Setiap tahun, Mulyani tak pernah melewatkan peluang mencari rezeki dari berjualan arang batok. Meski untung yang didapat tidaklah terlalu besar. "Hanya untung Rp 500 per kantong," ujarnya.
Satu kuintal arang terjual laris pada perayaan Idul Adha tahun lalu. Namun, untungnya pun tidak terlalu besar.
"Cuma lima puluh ribu rupiah untungnya," jelasnya.
Pembeli arang kebanyakan bukan penduduk setempat. Orang-orang yang sekali lewat tak jarang menyempatkan waktu membeli arang.
"Nggak banyak sih belinya, paling dua sampai lima bungkus. Tapi ya lumayan," katanya sambil tersenyum.
Penjualan arang tahun ini dirasakan Mulyani berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. "Sekarang sepi, nggak ada yang beli," ucapnya.
Keseharian Mulyani adalah seorang ibu rumah tangga. Pekerjaan ini dia lakoni untuk membantu suaminya. Pekerjaan suaminya sebagai sopir angkot, tak mampu mencukupi kebutuhan sekeluarganya.
Suka Duka
Sudah sejak subuh Mulyani sudah berdiri di pi nggir jalan menuju Stasiun Manggarai tersebut. Terik matahari tak membuat surut semangat ibu 2 anak ini. Kepulan debu dan asap kendaraan tak menghapus senyumannya ketika menyapa pembeli.
Pukul 11.00 WIB, Mulyani baru mendapatkan satu pembeli. Seorang sopir bajaj bermaksud membeli sekantong arang dan satu panggangan kecil. Harga untuk panggangan kecil, dijual Mulyani sebesar Rp 15 ribu.
"Panggangan sama arang kantong besar Rp 17 ribu saja ya," tawar pembeli.
"Nggak ada untung pak," balas Mulyani dengan sabar.
Ya, tak jarang pembeli Mulyani menawar barang dagangannya dengan harga murah. Tak jarang pula Mulyani menjualnya dengan harga modal.
"Daripada nggak laku, nggak kepakai buat apa. Mendingan dijual seharga modal saja," katanya sambil tertunduk lesu.
(mei/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
