Jumat, 27/11/2009 05:32 WIB

Banjir di Arab Saudi Tewaskan 77 Orang

Anwar Khumaini - detikNews
Banjir Jeddah/Maha Eka (Media Center Haji)
Makkah - Hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan banjir di Arab Saudi memakan korban. Sedikitnya 77 orang meninggal dunia dan banyak korban lainnya yang masih hilang.

Belum diketahui apakah beberapa di antara yang meninggal dunia tersebut adalah jamaah haji yang sedang melaksanakan rukun Islam yang kelima di tanah 'haram' tersebut.

Hujan yang mengguyur sejak Rabu 25 November lalu sempat membuat ritual ibadah haji terganggu. Sekitar 15 tenda yang dipakai jamaah haji di Padang Arafah ambruk. Sementara korban meninggal dunia ditemukan di pelabuhan Jeddah, Rabigh dan Makkah.

Pemerintah setempat menyebutkan, kematian korban lantaran terseret oleh air bah akibat hujan deras yang menyebabkan banjir, serta kejatuhan reruntuhan rumah yang roboh lantaran terkena hujan disertai badai. Saksi menyebutkan, juga banyak korban yang meninggal akibat terperangkap di dalam mobil dan bus.

"Dari total korban tersebut, 21 orang di antaranya adalah warga Arab Saudi. Selebihnya, para imigran yang telah lama tinggal di Arab Saudi," kata Kepala Pertahanan Sipil Jeddah, Abdullah al-Amri seperti dikutip bbc.com, Jumat (27/11/2009).

Hingga saat ini, petugas SAR setempat masih melakukan pencarian terhadap kemungkinan adanya korban lagi.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(anw/anw)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%