Disekap Penculik 15 Bulan, 2 Jurnalis Dibebaskan
Jumat, 27/11/2009 00:24 WIB
Foto: Reuters
Mogadishu
Nigel Brennan, seorang jurnalis foto freelance asal Australia dan Amanda Lindhout dari Kanada dibebaskan oleh para penculiknya. Mereka telah disekap selama 15 bulan.
Keduanya disekap selama 15 bulan di sebuah rumah yang terletak di ibukota Somalia, Mogadishu.
Brennan dan Lindhout yang telah berusia lebih dari 30 tahun tersebut memiliki hobi yang sama, yakni melakukan perjalanan ke daerah-daerah berbahaya di dunia.
Kepada televisi Kanada, CTV, Lindhout mengatakan selama berada dalam penyekapan dia cuma duduk di lantai sudut rumah tersebut selama 24 jam dalam waktu 15 bulan. "Saya sangat tersiksa," ujarnya seperti dikutip Telegraph, Jumat (27/11/2009).
"Ini adalah siksaan yang sangat ekstrem," imbuhnya.
"Saya tidak punya partner untuk diajak bicara. Tak ada lampu di ruangan yang saya tempati, tak ada jendela, tak ada kertas untuk menulis. Makanan yang diberikan kepada saya pun sangat sedikit," keluhnya.
Sang penculik, mengatakan, alasan dibebaskannya dua jurnalis freelance tersebut lantaran tak punya cukup uang untuk menghidupi mereka. "Uangnya tak cukup," kata dia menirukan sang penculik.
Sang penculik, menurut Lindhout meminta tebusan uang sebesar 1,5 juta Euro. Namun pihak keluarga menyatakan uang tebusan tersebut terlalu tinggi.
Dua jurnalis freelance tersebut meninggalkan Bandara Mogadishu Kamis (26/11/2009) pagi menuju Nairobi, Kenya untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan pulang ke negaranya masing-masing.
(anw/anw)
Keduanya disekap selama 15 bulan di sebuah rumah yang terletak di ibukota Somalia, Mogadishu.
Brennan dan Lindhout yang telah berusia lebih dari 30 tahun tersebut memiliki hobi yang sama, yakni melakukan perjalanan ke daerah-daerah berbahaya di dunia.
Kepada televisi Kanada, CTV, Lindhout mengatakan selama berada dalam penyekapan dia cuma duduk di lantai sudut rumah tersebut selama 24 jam dalam waktu 15 bulan. "Saya sangat tersiksa," ujarnya seperti dikutip Telegraph, Jumat (27/11/2009).
"Ini adalah siksaan yang sangat ekstrem," imbuhnya.
"Saya tidak punya partner untuk diajak bicara. Tak ada lampu di ruangan yang saya tempati, tak ada jendela, tak ada kertas untuk menulis. Makanan yang diberikan kepada saya pun sangat sedikit," keluhnya.
Sang penculik, mengatakan, alasan dibebaskannya dua jurnalis freelance tersebut lantaran tak punya cukup uang untuk menghidupi mereka. "Uangnya tak cukup," kata dia menirukan sang penculik.
Sang penculik, menurut Lindhout meminta tebusan uang sebesar 1,5 juta Euro. Namun pihak keluarga menyatakan uang tebusan tersebut terlalu tinggi.
Dua jurnalis freelance tersebut meninggalkan Bandara Mogadishu Kamis (26/11/2009) pagi menuju Nairobi, Kenya untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan pulang ke negaranya masing-masing.
(anw/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:20 WIB
Polisi Bantu Promotor Amankan Refund Tiket Konser Lady Gaga
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
525 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
