FPD Bisa Jadi 'Kuda Troya' Hak Angket Kasus Century
Kamis, 26/11/2009 09:30 WIB
Jakarta
Dukungan Fraksi Partai Demokrat (FPD) untuk hak angket kasus Bank Century perlu diwaspadai. Pasalnya, FPD bisa menjadi 'kuda troya' yang justru menggagalkan proses hak angket itu sendiri.
“Seluruh elemen bangsa yang mendukung penyelenggaraan negara yang bersih dari KKN, harus mengawal angket Century ini. Jangan sampai dukungan FPD menjadi 'kuda troya' yang justru menjadi salah satu bagian dari upaya penggagalan proses angket dari dalam," kata Ketua Presidium Pengurus Pusat Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muda Indonesia (Masika ICMI) pada detikcom, Kamis (26/11/2009).
Menurut Nasih, dukungan 100% anggota FPD atas pengajuan hak angket kasus Century menimbulkan kecurigaan. Ia khawatir nasib hak angket hanya akan berakhir menjadi arena jual beli kepentingan politik semata.
"Berkaca pada kasus-kasus penggunaan hak angket sebelumnya, tak pernah ada penggunaan angket yang dilakukan secara serius untuk kepentingan rakyat. Penggunaan angket biasanya hanya digunakan sebagai arena dagang sapi oleh partai-partai politik," imbuhnya.
Nasih juga mengingatkan agar hak angket ini tidak berakhir antiklimaks. "Hak angket yang sebelumnya diajukan itu kandas karena hanya menjadi alat gertak sambal untuk menaikkan bargaining politik agar dapat memperbesar jabatan di pemerintahan dan “masuk angin” karena iming-iming politik-uang," tegasnya.
(ape/nrl)
“Seluruh elemen bangsa yang mendukung penyelenggaraan negara yang bersih dari KKN, harus mengawal angket Century ini. Jangan sampai dukungan FPD menjadi 'kuda troya' yang justru menjadi salah satu bagian dari upaya penggagalan proses angket dari dalam," kata Ketua Presidium Pengurus Pusat Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muda Indonesia (Masika ICMI) pada detikcom, Kamis (26/11/2009).
Menurut Nasih, dukungan 100% anggota FPD atas pengajuan hak angket kasus Century menimbulkan kecurigaan. Ia khawatir nasib hak angket hanya akan berakhir menjadi arena jual beli kepentingan politik semata.
"Berkaca pada kasus-kasus penggunaan hak angket sebelumnya, tak pernah ada penggunaan angket yang dilakukan secara serius untuk kepentingan rakyat. Penggunaan angket biasanya hanya digunakan sebagai arena dagang sapi oleh partai-partai politik," imbuhnya.
Nasih juga mengingatkan agar hak angket ini tidak berakhir antiklimaks. "Hak angket yang sebelumnya diajukan itu kandas karena hanya menjadi alat gertak sambal untuk menaikkan bargaining politik agar dapat memperbesar jabatan di pemerintahan dan “masuk angin” karena iming-iming politik-uang," tegasnya.
(ape/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 16/05/2012 23:10 WIB
Pengunggah Foto Palsu: Jadi Tersangka Sangat Tidak Menyenangkan
-
Rabu, 16/05/2012 22:04 WIB
Pesan Waisak SBY: Berikan Pencerahan yang Bijak dan Mencerdaskan
-
Rabu, 16/05/2012 22:02 WIB
Aktifitas Meningkat, Gunung Lokon Kembali Masuk Fase Kritis
-
Rabu, 16/05/2012 21:58 WIB
Polisi Jaga Ketat Ruang Rawat John Kei di RS Polri
-
Rabu, 16/05/2012 21:35 WIB
Mobil Soluna Terbakar di Pintu Keluar Tol Tegal Parang
-
Rabu, 16/05/2012 21:13 WIB
Karyawan Trans Corp Menggelar Salat Gaib untuk Ismi dan Aditya
-
Rabu, 16/05/2012 21:32 WIB
Kapolri Tegaskan Konser Lady Gaga Masih Dievaluasi
-
Rabu, 16/05/2012 20:46 WIB
Hari Ke-8 Evakuasi, 32 Kantong Jenazah Sudah Dikirim ke RS Polri Kramatjati
-
Rabu, 16/05/2012 21:58 WIB
Polisi Jaga Ketat Ruang Rawat John Kei di RS Polri
-
362 Komentar
-
307 Komentar
-
272 Komentar
-
264 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Senin, 14/05/2012 09:10 WIB
Sukhoi Maut & Misteri Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,771.000
- Rp 472.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



_(baru).gif)


(2).gif)

.gif)
