Gubernur Bali Ngotot Jatah 1000 Ekor Penyu Untuk Ritual
Rabu, 25/11/2009 15:54 WIB
dok detikcom
Denpasar
Gubernur Bali Made Mangku Pastika ngotot meminta jatah 1000 ekor penyu untuk mencukupi kebutuhan ritual di Bali. Namun keinginan itu ditolak para aktivis.
"Ada itunganya mengapa 1000 ekor penyu. Kalau ritual satu kali dalam setahun, sudah susah mendapatkannya," kata Pastika di DPRD Bali, jalan Dr Kusuma Atmadja, Denpasar, Rabu (25/11/2009).
Pemprov Bali tengah meminta jatah 1000 ekor penyu ke Departemen Kehutanan. "Yang penting supaya tidak ilegal. Ada permohonan untuk upacara. Itu dicarikan darimana," ujarnya.
Pastika pun berdalih bahwa pemotongan 1000 penyu tidak akan berpengaruh pada pariwisata Bali karena telah meminta izin dari Departemen Kehutanan. Penyu tersebut bukan untuk dibantai tetapi digunakan melengkapi sarana upacara.
"Justru itu kita minta izin daripada ilegal. Tidak baik melanggar hukum," kata Pastika.
Namun, rencana Pastika tersebut mendapat penolakan dari aktivis lingkungan serta Bendesa Adat Serangan, Denpasar.
Bendesa adat Serangan Made Wiguna menilai, 1000 ekor penyu melebihi kebutuhan yang sebenarnya hanya sebanyak 300 ekor.
Sementara itu, para aktivis dari TurtleEducation and Conservation Center (TCIC). Koordintor TCIC Wayan Geria mengatakan binatang penyu bisa digantikan dengan binatang lain, seperti kerbau, kambing hitam, monyet hitam dan bebek hitam.
(gds/djo)
"Ada itunganya mengapa 1000 ekor penyu. Kalau ritual satu kali dalam setahun, sudah susah mendapatkannya," kata Pastika di DPRD Bali, jalan Dr Kusuma Atmadja, Denpasar, Rabu (25/11/2009).
Pemprov Bali tengah meminta jatah 1000 ekor penyu ke Departemen Kehutanan. "Yang penting supaya tidak ilegal. Ada permohonan untuk upacara. Itu dicarikan darimana," ujarnya.
Pastika pun berdalih bahwa pemotongan 1000 penyu tidak akan berpengaruh pada pariwisata Bali karena telah meminta izin dari Departemen Kehutanan. Penyu tersebut bukan untuk dibantai tetapi digunakan melengkapi sarana upacara.
"Justru itu kita minta izin daripada ilegal. Tidak baik melanggar hukum," kata Pastika.
Namun, rencana Pastika tersebut mendapat penolakan dari aktivis lingkungan serta Bendesa Adat Serangan, Denpasar.
Bendesa adat Serangan Made Wiguna menilai, 1000 ekor penyu melebihi kebutuhan yang sebenarnya hanya sebanyak 300 ekor.
Sementara itu, para aktivis dari TurtleEducation and Conservation Center (TCIC). Koordintor TCIC Wayan Geria mengatakan binatang penyu bisa digantikan dengan binatang lain, seperti kerbau, kambing hitam, monyet hitam dan bebek hitam.
(gds/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 23:10 WIB
Api Lahap SD di Kebon Jeruk, 25 Unit Pemadam Kebakaran Dikerahkan
-
Jumat, 25/05/2012 22:07 WIB
Jika di Posisi SBY, Mahfud MD Tak akan Berikan Grasi untuk Corby
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
Jumat, 25/05/2012 07:19 WIB
Mabes Janji Usut Porsche Cayenne Berpelat Nomor TNI
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
275 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
