Kasus Century
Marzuki: Jangan Grasak-grusuk Nonaktifkan Boediono & Sri Mulyani
Rabu, 25/11/2009 11:33 WIB
Foto: detikcom
Jakarta
Usulan berbagai tokoh masyarakat agar Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulayani nonaktif makin kencang. Namun Ketua DPR Marzuki Alie tidak mau gegabah menanggapi usulan tersebut.
"Persoalan nonaktif kita lihat dulu prosesnya. Jangan gerasak-gerusuk," kata Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2009).
Marzuki menyarankan agar masyarakat tetap mengikuti sistem dan tatanan yang ada. Tindakan gegabah dikhawatirkan justru salah sasaran. Ia mengharapkan agar semua bekerja berdasarkan rasionalitas dan tidak melanggar Undang Undang (UU).
"Kalau gerasak-gerusuk, semuanya dilanggar kan nggak baik. Akhirnya tidak tepat sasaran. Akhirnya yang salah, yang benar tidak bisa kita dudukkan pada tempatnya. Kalau kita bekerja dengan tekanan akhirnya itu melanggar UU," jelas Marzuki.
Lalu apakah seharusnya mereka nonaktif? "Saya tidak mau bicara aktif dan nonaktif. Kita serahkan saja pada proses hukum. Kalau nanti ada keterlibatan, UU mewajibkan nonaktif ya kita ikuti. Jangan karena opini dan hukum dilanggar," tegasnya.
Bagaimana jika ada konflik kepentingan? "Saya kira semua mengawal kok. Di DPR dan masyarakat juga mengawal," tandasnya.
Boediono dan Sri Mulyani dituding terlibat dalam skandal Bank Century. Saat Bank Century mendapat kucuran dana sebesar Rp 6,7 triliun, Boediono menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), sedangkan Sri menjabat sebagai Menteri Keuangan.
(mei/iy)
"Persoalan nonaktif kita lihat dulu prosesnya. Jangan gerasak-gerusuk," kata Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2009).
Marzuki menyarankan agar masyarakat tetap mengikuti sistem dan tatanan yang ada. Tindakan gegabah dikhawatirkan justru salah sasaran. Ia mengharapkan agar semua bekerja berdasarkan rasionalitas dan tidak melanggar Undang Undang (UU).
"Kalau gerasak-gerusuk, semuanya dilanggar kan nggak baik. Akhirnya tidak tepat sasaran. Akhirnya yang salah, yang benar tidak bisa kita dudukkan pada tempatnya. Kalau kita bekerja dengan tekanan akhirnya itu melanggar UU," jelas Marzuki.
Lalu apakah seharusnya mereka nonaktif? "Saya tidak mau bicara aktif dan nonaktif. Kita serahkan saja pada proses hukum. Kalau nanti ada keterlibatan, UU mewajibkan nonaktif ya kita ikuti. Jangan karena opini dan hukum dilanggar," tegasnya.
Bagaimana jika ada konflik kepentingan? "Saya kira semua mengawal kok. Di DPR dan masyarakat juga mengawal," tandasnya.
Boediono dan Sri Mulyani dituding terlibat dalam skandal Bank Century. Saat Bank Century mendapat kucuran dana sebesar Rp 6,7 triliun, Boediono menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), sedangkan Sri menjabat sebagai Menteri Keuangan.
(mei/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 22:07 WIB
Jika di Posisi SBY, Mahfud MD Tak akan Berikan Grasi untuk Corby
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Jumat, 25/05/2012 11:56 WIB
Hotman Paris Anggap Menggelikan Henry Yosodiningrat Gugat Grasi Corby
-
Jumat, 25/05/2012 07:19 WIB
Mabes Janji Usut Porsche Cayenne Berpelat Nomor TNI
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
275 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
