Kasus Bibit-Chandra
Pidato Masih Abu-abu, SBY Gagal Ambil Momentum
Selasa, 24/11/2009 16:52 WIB
Jakarta
Pidato SBY terkait kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dianggap sejumlah pihak masih retorika. SBY masih berbasa-basi dan tidak menunjukkan kejelasan sikap.
"Ini potret bahwa SBY gagal mengambil momentum, komentar SBY masih abu-abu,' ujar Direktur PUKAT UGM Zaenal Arifin Muchtar saat jumpa pers menanggapi pidato presiden SBY, di RM Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2009).
Menurut Zaenal, pidato SBY justru hampir membuat orang tidak mengerti, padahal menurutnya sebagai kepala negara atau sebagai kepala pemerintahan harus mengambil sikap, untuk menghentikan atau melanjutkan kasus ini. "Bukannya memberikan keterangan yang multi tafsir," imbuhnya.
Dia menambahkan, sebagai kepala negara, tentu ada jalurnya untuk mengintervensi kasus ini, asalkan tujuan intervensi dilakukan dengan benar. Tapi dengan sikap SBY yang abu-abu, justru membuat publik bertanya-tanya.
"Kalau presiden tidak mau intervensi itu keliru, karena jalur untuk intervensi ada asalkan tujuannya benar. Jadi publik bertanya, jangan-jangan kasus Century ada tujuan melindungi orang-orang tertentu," terangnya.
Langkah terbaik untuk menyikapi kasus ini, dengan dikeluarkannya abolisi, karena abolisi dikeluarkan presiden yang tentunya atas persetujuan presiden sebelum masuk ke penuntutan.
"Yang saya takutkan SBY hanya memikirkan nasibnya sendiri, kasus ini harus diselesaikan secara hukum, hentikan, dan titik sampai di situ, tidak ada penjelasan lebih lanjut. Ini adalah individualisasi rekomendasi," tutupnya.
(ndr/asy)
"Ini potret bahwa SBY gagal mengambil momentum, komentar SBY masih abu-abu,' ujar Direktur PUKAT UGM Zaenal Arifin Muchtar saat jumpa pers menanggapi pidato presiden SBY, di RM Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2009).
Menurut Zaenal, pidato SBY justru hampir membuat orang tidak mengerti, padahal menurutnya sebagai kepala negara atau sebagai kepala pemerintahan harus mengambil sikap, untuk menghentikan atau melanjutkan kasus ini. "Bukannya memberikan keterangan yang multi tafsir," imbuhnya.
Dia menambahkan, sebagai kepala negara, tentu ada jalurnya untuk mengintervensi kasus ini, asalkan tujuan intervensi dilakukan dengan benar. Tapi dengan sikap SBY yang abu-abu, justru membuat publik bertanya-tanya.
"Kalau presiden tidak mau intervensi itu keliru, karena jalur untuk intervensi ada asalkan tujuannya benar. Jadi publik bertanya, jangan-jangan kasus Century ada tujuan melindungi orang-orang tertentu," terangnya.
Langkah terbaik untuk menyikapi kasus ini, dengan dikeluarkannya abolisi, karena abolisi dikeluarkan presiden yang tentunya atas persetujuan presiden sebelum masuk ke penuntutan.
"Yang saya takutkan SBY hanya memikirkan nasibnya sendiri, kasus ini harus diselesaikan secara hukum, hentikan, dan titik sampai di situ, tidak ada penjelasan lebih lanjut. Ini adalah individualisasi rekomendasi," tutupnya.
(ndr/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
Jumat, 25/05/2012 19:08 WIB
Paspor Mati, Kejagung Yakin Satono Tak Kabur ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:30 WIB
Kutip Testimoni Najwa dan Ketua KPK, Pengelola Situs Jokowi-Basuki Minta Maaf
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:11 WIB
Soal Testimoni di Situs Jokowi, Abraham: Itu Bentuk Pembohongan Publik!
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
