SBY Hanya Ingin Selamatkan Muka
Selasa, 24/11/2009 16:33 WIB
Yogyakarta
Pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM) AA Ary Dwipayana menilai pidato Presiden SBY berkaitan dengan penyelesaian kasus Bibit - Chandra hanyalah pidato untuk menyelamatkan muka.
Sebab, semula SBY sudah mendukung agar kasus Bibit-Chandra dilanjutkan hingga ke proses hukum. Lalu dia mempelajari survei yang menunjukkan masyarakat terbelah.
"Pidato semalam untuk menyelamatkan muka saja. SBY dulu justru mendukung supaya kasus ini diteruskan ke proses hukum. Ini bertentangan dengan keinginan masyarakat," kata Ary di kampus Fisipol, Bulaksumur, Yogyakarta, Selasa (24/11/2009).
Ary mengatakan pidato Presiden SBY juga multitafsir. Pidato tersebut juga tidak memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang dianggap telah melakukan rekayasa kriminalisasi kepada pimpinan KPK. Dia justru mengkhawatirkan pernyataan SBY itu bisa diinterpretasikan berbeda oleh Polri dan Kejaksaan.
"Kata-kata penghentian perkara maksudnya seperti apa? Ini bisa diinterpretasikan berbeda oleh polisi dan kejaksaan," ungkapnya.
Menurut dia, yang menarik dari pidato SBY adalah lebih fokus pada kasus skandal Century dan bukan Bibit-Chandra. Padahal skandal Century menyangkut legitimasi dan persoalan politik serta posisi SBY.
"Kenapa ini lebih fokus ke Century bukan Bibit-Chandra padahal ini lebih menyangkut persoalan legitimasi SBY," katanya.
(bgs/nrl)
Sebab, semula SBY sudah mendukung agar kasus Bibit-Chandra dilanjutkan hingga ke proses hukum. Lalu dia mempelajari survei yang menunjukkan masyarakat terbelah.
"Pidato semalam untuk menyelamatkan muka saja. SBY dulu justru mendukung supaya kasus ini diteruskan ke proses hukum. Ini bertentangan dengan keinginan masyarakat," kata Ary di kampus Fisipol, Bulaksumur, Yogyakarta, Selasa (24/11/2009).
Ary mengatakan pidato Presiden SBY juga multitafsir. Pidato tersebut juga tidak memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang dianggap telah melakukan rekayasa kriminalisasi kepada pimpinan KPK. Dia justru mengkhawatirkan pernyataan SBY itu bisa diinterpretasikan berbeda oleh Polri dan Kejaksaan.
"Kata-kata penghentian perkara maksudnya seperti apa? Ini bisa diinterpretasikan berbeda oleh polisi dan kejaksaan," ungkapnya.
Menurut dia, yang menarik dari pidato SBY adalah lebih fokus pada kasus skandal Century dan bukan Bibit-Chandra. Padahal skandal Century menyangkut legitimasi dan persoalan politik serta posisi SBY.
"Kenapa ini lebih fokus ke Century bukan Bibit-Chandra padahal ini lebih menyangkut persoalan legitimasi SBY," katanya.
(bgs/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
Jumat, 25/05/2012 19:08 WIB
Paspor Mati, Kejagung Yakin Satono Tak Kabur ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:30 WIB
Kutip Testimoni Najwa dan Ketua KPK, Pengelola Situs Jokowi-Basuki Minta Maaf
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:11 WIB
Soal Testimoni di Situs Jokowi, Abraham: Itu Bentuk Pembohongan Publik!
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
