Sidang Wiliardi
Dipukuli, Edo Dipaksa Jangan Jadi Pahlawan Kesiangan
Selasa, 24/11/2009 14:17 WIB
Jakarta
Terdakwa pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Eduardus Ndopo Mbete alias Edo, mengaku dipukuli agar mengakui perbuatan memerintahkan Hendrikus Kia Walen alias Hendrik menghabisi nyawa Nasrudin Zulkarnaen.
"Saya dipukuli, dibilangin jangan jadi pahlawan kesiangan kamu. Di atas kamu, kita sudah pegang semua. Ada anggota, ada Pak Sigid, dan di atasnya lagi ada pejabat negara, orang kuat negeri ini. Jadi kamu ngaku saja. Jangan jadi pahlawan kesiangan," kata Edo.
Hal ini disampaikan Edo saat memberikan kesaksian dalam sidang dengan terdakwa Wiliardi Wizar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Namun Edo menolak mengakui perbuatan tersebut. "Saya tidak pernah menyuruh membunuh Pak Nasrudin. Saya hanya menyuruh agar mengikuti Nasrudin kalau ada yang aneh agar menghubungi saya," ujar dia.
Edo juga mengaku dimintai bantuan Wiliardi. "Waktu pertemuan di Ancol Februari 2009, saya dikenalkan Jerry Hermawan Lo kepada Pak Wiliardi. Di sana Pak Wili ngomong ke saya, Do tolong bantu. Tetapi bantuan itu hanya untuk mengikuti," kata Edo.
"Kenapa Saudara mau, Saudara kan bukan anggota Polri?" kata Ketua Majelis Hakim Artha Teresia.
"Saya hanya ingin bantu saja," jawab Edo.
"Alasannya Pak Wili apa kok minta bantuan kepada orang sipil?" cecar Artha.
"Alasannya kalau orang sipil bisa mengikuti 24 jam. Kalau anggota terbatas," kata Edo.
(aan/iy)
"Saya dipukuli, dibilangin jangan jadi pahlawan kesiangan kamu. Di atas kamu, kita sudah pegang semua. Ada anggota, ada Pak Sigid, dan di atasnya lagi ada pejabat negara, orang kuat negeri ini. Jadi kamu ngaku saja. Jangan jadi pahlawan kesiangan," kata Edo.
Hal ini disampaikan Edo saat memberikan kesaksian dalam sidang dengan terdakwa Wiliardi Wizar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Namun Edo menolak mengakui perbuatan tersebut. "Saya tidak pernah menyuruh membunuh Pak Nasrudin. Saya hanya menyuruh agar mengikuti Nasrudin kalau ada yang aneh agar menghubungi saya," ujar dia.
Edo juga mengaku dimintai bantuan Wiliardi. "Waktu pertemuan di Ancol Februari 2009, saya dikenalkan Jerry Hermawan Lo kepada Pak Wiliardi. Di sana Pak Wili ngomong ke saya, Do tolong bantu. Tetapi bantuan itu hanya untuk mengikuti," kata Edo.
"Kenapa Saudara mau, Saudara kan bukan anggota Polri?" kata Ketua Majelis Hakim Artha Teresia.
"Saya hanya ingin bantu saja," jawab Edo.
"Alasannya Pak Wili apa kok minta bantuan kepada orang sipil?" cecar Artha.
"Alasannya kalau orang sipil bisa mengikuti 24 jam. Kalau anggota terbatas," kata Edo.
(aan/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
Jumat, 25/05/2012 19:08 WIB
Paspor Mati, Kejagung Yakin Satono Tak Kabur ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:30 WIB
Kutip Testimoni Najwa dan Ketua KPK, Pengelola Situs Jokowi-Basuki Minta Maaf
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:11 WIB
Soal Testimoni di Situs Jokowi, Abraham: Itu Bentuk Pembohongan Publik!
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
