Sidang Wiliardi Wizar
Hendrikus Ajak Hakim Berdebat Soal John F Kennedy
Selasa, 24/11/2009 13:20 WIB
Wiliardi (Foto: dok detikcom)
Jakarta
Eksekutor Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen, Hendrikus Kia Walen akhirnya mau juga memberikan keterangan walaupun menolak diambil sumpah dan didudukkan sebagai saksi. Namun sebelumnya Hendrik sempat berdebat dengan majelis hakim soal mendiang Presiden AS, John F Kennedy. Apa hubungannya?
Ceritanya, majelis hakim meminta Hendrik bersaksi. Hal ini terjadi dalam persidangan pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa Wiliardi Wizar di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
"Saudara Hendrik, Anda harus memberikan keterangan, jangan sampai, ini seperti kasus pembunuhan John F Kennedy. Tidak ada yang mengaku," ujar anggota Majelis Hakim Achmad Shalihin.
Namun Hendrik malah menjawab dengan nada tinggi.
"Majelis jangan bawa-bawa persoalan negara lain. Ini Indonesia," ujar Hendrik.
Masih dengan nada tinggi Hendrik melanjutkan. "Saya mantan mahasiswa, orang pergerakan. Banyak juga kasus yang tidak terpecahkan seperti tragedi Semanggi," lanjutnya.
Bahkan kuasa hukum Wiliardi yang hendak bertanya pun dimarahi Hendrik.
"Jangan tanya-tanya, saya tidak mau jawab," ujar pria bertubuh gempal ini.
Menanggapi hal ini, Ketua Majelis Hakim Artha Theresia mengingatkan Hendrik agar jangan galak-galak.
"Saudara Hendrik, jangan begitu. Mereka ini ditunjuk membela terdakwa. Anda pun dibela oleh kuasa hukum, bagaimana perasaan saudara jika kuasa hukum saudara dilarang bertanya oleh saksi," tanya Artha.
"Maaf yang Mulia," jawab Hendrik.
(rdf/nwk)
Ceritanya, majelis hakim meminta Hendrik bersaksi. Hal ini terjadi dalam persidangan pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa Wiliardi Wizar di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
"Saudara Hendrik, Anda harus memberikan keterangan, jangan sampai, ini seperti kasus pembunuhan John F Kennedy. Tidak ada yang mengaku," ujar anggota Majelis Hakim Achmad Shalihin.
Namun Hendrik malah menjawab dengan nada tinggi.
"Majelis jangan bawa-bawa persoalan negara lain. Ini Indonesia," ujar Hendrik.
Masih dengan nada tinggi Hendrik melanjutkan. "Saya mantan mahasiswa, orang pergerakan. Banyak juga kasus yang tidak terpecahkan seperti tragedi Semanggi," lanjutnya.
Bahkan kuasa hukum Wiliardi yang hendak bertanya pun dimarahi Hendrik.
"Jangan tanya-tanya, saya tidak mau jawab," ujar pria bertubuh gempal ini.
Menanggapi hal ini, Ketua Majelis Hakim Artha Theresia mengingatkan Hendrik agar jangan galak-galak.
"Saudara Hendrik, jangan begitu. Mereka ini ditunjuk membela terdakwa. Anda pun dibela oleh kuasa hukum, bagaimana perasaan saudara jika kuasa hukum saudara dilarang bertanya oleh saksi," tanya Artha.
"Maaf yang Mulia," jawab Hendrik.
(rdf/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
Jumat, 25/05/2012 19:08 WIB
Paspor Mati, Kejagung Yakin Satono Tak Kabur ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:30 WIB
Kutip Testimoni Najwa dan Ketua KPK, Pengelola Situs Jokowi-Basuki Minta Maaf
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:11 WIB
Soal Testimoni di Situs Jokowi, Abraham: Itu Bentuk Pembohongan Publik!
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
