Adrianus: Polri Pasti SP3 Kasus Bibit, Hanya Tinggal Waktu
Selasa, 24/11/2009 11:46 WIB
Jakarta
Presiden telah memerintahkan Kapolri dan Jaksa Agung menghentikan kasus Bibit-Chandra dan tidak membawanya ke pengadilan. Langkah yang akan diambil Kapolri pastilah mengeluarkan SP3 untuk kasus Bibit S Rianto yang masih dipegang Kepolisian.
Keyakinan itu disampaikan pengamat kepolisian Adrianus Meliala sebelum acara Apel Kasatwil Tahun 2009 di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/11/2009).
"Presiden adalah pimpinan Polri, dan Polri ada di bawah Presiden. Bagaimana mungkin berkata tidak? Ini tinggal masalah waktu saja untuk kemudian Polri melakukan langkah penghentian," kata Adrianus.
Langkah penghentian itu adalah SP3 untuk kasus Bibit dan deponering untuk kasus Chandra. "Beda antara Bibit dan Chandra. Kalau Bibit SP3, kalau Chandra deponering," kata Adrianus.
Menurut mantan staf ahli Kapolri ini, apa yang disampaikan Presiden sudah tepat. Sebagai kepala negara, Presiden sengaja memilih kalimat yang diplomatis.
"Kenapa demikian? Karena kalau kita ikuti pinpoint rekomendasi Tim 8 tentang 9 rekomendasi, maka kalau itu diterjemahkan dengan bahasa Pesiden akan kelihatan mana poin-poin yang tidak menjadi interest Presiden," ujarnya.
Presiden, menurut Adrianus, sengaja tidak secara langsung menohok Polri supaya Polri tidak kehilangan muka.
"Dengan cara penyampaian yang diplomatis, elegan, dan tinggi, maka tidak ada pihak yang kehilangan muka. Dalam situasi seperti ini itu penting. Dan kemudian cukup jelas untuk direspons bawahannya, yaitu Kapolri dan Jaksa Aagung," imbuh dosen UI ini.
(sho/nrl)
Keyakinan itu disampaikan pengamat kepolisian Adrianus Meliala sebelum acara Apel Kasatwil Tahun 2009 di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/11/2009).
"Presiden adalah pimpinan Polri, dan Polri ada di bawah Presiden. Bagaimana mungkin berkata tidak? Ini tinggal masalah waktu saja untuk kemudian Polri melakukan langkah penghentian," kata Adrianus.
Langkah penghentian itu adalah SP3 untuk kasus Bibit dan deponering untuk kasus Chandra. "Beda antara Bibit dan Chandra. Kalau Bibit SP3, kalau Chandra deponering," kata Adrianus.
Menurut mantan staf ahli Kapolri ini, apa yang disampaikan Presiden sudah tepat. Sebagai kepala negara, Presiden sengaja memilih kalimat yang diplomatis.
"Kenapa demikian? Karena kalau kita ikuti pinpoint rekomendasi Tim 8 tentang 9 rekomendasi, maka kalau itu diterjemahkan dengan bahasa Pesiden akan kelihatan mana poin-poin yang tidak menjadi interest Presiden," ujarnya.
Presiden, menurut Adrianus, sengaja tidak secara langsung menohok Polri supaya Polri tidak kehilangan muka.
"Dengan cara penyampaian yang diplomatis, elegan, dan tinggi, maka tidak ada pihak yang kehilangan muka. Dalam situasi seperti ini itu penting. Dan kemudian cukup jelas untuk direspons bawahannya, yaitu Kapolri dan Jaksa Aagung," imbuh dosen UI ini.
(sho/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
Jumat, 25/05/2012 19:08 WIB
Paspor Mati, Kejagung Yakin Satono Tak Kabur ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:30 WIB
Kutip Testimoni Najwa dan Ketua KPK, Pengelola Situs Jokowi-Basuki Minta Maaf
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:11 WIB
Soal Testimoni di Situs Jokowi, Abraham: Itu Bentuk Pembohongan Publik!
-
Jumat, 25/05/2012 17:58 WIB
Janda Cantik Tewas di Kamar Kosannya di Kebayoran Baru
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
