detikcom

SBY Ambil Posisi di Tengah karena Tak Ingin Menyakiti Siapa pun video foto

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Selasa, 24/11/2009 10:26 WIB
Semarang Di kalangan akar rumput, sikap Presiden SBY kemungkinan besar tak dimengerti. Bahasanya elitis dan sikapnya ngambang.

"Itu memang konsumsi elite. Tapi itu pun masih dianggap multitafsir," kata dosen Fisip Undip Semarang, Adi Nugroho, Selasa (24/11/2009).

Adi menilai pernyataan SBY ngambang, hanya di permukaan. Menurut dia, pernyataan itu tidak sepenuhnya menjawab persoalan yang terjadi.

Peraih gelar doktor komunikasi politik dari Unpad ini menjelaskan, cara-cara SBY sangat Jawa. SBY mengambil posisi di tengah, karena tak ingin menyakiti siapa pun.

"Sebetulnya positioning-nya tepat, tapi jadi tidak fokus. Arahannya ke Polri dan Kejaksaan, tak spesifik. Terutama soal kelanjutan Bibit dan Chandra," paparnya.

Soal Bibit dan Chandra, sikap SBY akan terlihat jika lembaga di bawahnya bertindak. Misalnya, Polri dan Kejaksaan menghentikan kasus dua pimpinan KPK non aktif itu Bibit sesuai mekanisme internal mereka.

"Kalau tidak, mungkin kasusnya sama dengan Munir. Ya, tak pernah tuntas," pungkas Adi Nugroho.

(try/nrl)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel