Cerita Pilu di Balik Tenggelamnya KM Dumai Express 10
Selasa, 24/11/2009 07:04 WIB
Pekanbaru
Ada banyak cerita yang mengharukan di balik tenggelamnya KM Dumai Express 10 rute Batam-Dumai di Kepulauan Riau (Kepri). Seorang suami akhirnya meninggal dunia bersama bayinya setelah menyelamatkan istri dan dua anak lainnya.
Suasana haru terlihat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Menjelang azan magrib kemarin, sejumlah keluarga tampak berlinang air mata menantikan kedatangan jenazah Bram Jatmiko (35) yang diangkut dengan pesawat Mandala. Bram adalah seorang pejabat di jajaran Pemkot Batam.
Saat peti jenazah Bram diturunkan, sanak keluarga yang telah menunggu terlihat histeris. Mereka terlihat memeluk pilu istri Bram dan dua anaknya yang selamat dalam musibah tersebut. Tak lama setelah itu, peti jenazah Bram ini langsung dibawa ke rumah duka.
Kerabat Bram, Chairul Riski kepada detikcom, Selasa (24/11/2009) menyebut, saat hari naas itu, Bram bersama istri dan tiga anaknya ingin mengunjungi sanak keluarganya yang ada di Karimun. Bram sendiri selama ini bertugas di Batam.
Rupanya kapal yang ia tumpangi naas dihantam gelombang tinggi. Sesaat sebelum kapal tenggelam, kata Riski, Bram masih memeluk si bungsu berusia 2 tahun. Sedangkan dua anaknya lainnya terlihat memeluk ibunya.
Berdasarkan keterangan istrinya, saat itu Bram mendorong istrinya untuk segera keluar dari kapal. Waktu itu posisi kapal telah miring dan terlihat mulai terbakar. Bram yang posisinya di bawah, berusaha mendorong istri dan dua anaknya agar segera mencari pelampung dan segera terjun ke laut
"Istri dua anaknya lantas terjung ke laut, dua anak itu memeluk erat ibunya. Lebih satu jam merekap terapung di laut dengan ombak yang cukup besar. Akhirnya dua anak dan ibunya itu berhasil diselamat tim SAR," kata Riski.
Namun malang bagi sang suaminya. Bram sebelum berpisah dengan istri dan dua anaknya itu, sempat terlihat memeluk sang bungsu. Sang istri tidak mengetahui lagi bagaimana kondisi suaminya. Saat itu memang semua dalam keadaan panik.
Setelah istri dan dua anaknya selamat, sore harinya, baru diketahui jika Bram ditemukan tim SAR dalam keadaan tak bernyawa. Sang istri yang masih trauma dalam musibah itu menangis pilu. Ternyata sang suami yang berusaha menyelamatkannya jiwa dan dua anaknya malah tak selamat dalam musibah ini. Duka pun bertambah, ternyata jasad sang bayi berusia dua tahun terlepas dari genggaman sang ayah. Anak paling bungsu itu, sampai jasad ayahnya di kembalikan ke Pekanbaru belum juga diketemukan.
"Anaknya paling bungsu juga meninggal dunia. Jasadnya belum diketemukan," kata Riski Humas Pemprov Riau itu.
(cha/mok)
Suasana haru terlihat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Menjelang azan magrib kemarin, sejumlah keluarga tampak berlinang air mata menantikan kedatangan jenazah Bram Jatmiko (35) yang diangkut dengan pesawat Mandala. Bram adalah seorang pejabat di jajaran Pemkot Batam.
Saat peti jenazah Bram diturunkan, sanak keluarga yang telah menunggu terlihat histeris. Mereka terlihat memeluk pilu istri Bram dan dua anaknya yang selamat dalam musibah tersebut. Tak lama setelah itu, peti jenazah Bram ini langsung dibawa ke rumah duka.
Kerabat Bram, Chairul Riski kepada detikcom, Selasa (24/11/2009) menyebut, saat hari naas itu, Bram bersama istri dan tiga anaknya ingin mengunjungi sanak keluarganya yang ada di Karimun. Bram sendiri selama ini bertugas di Batam.
Rupanya kapal yang ia tumpangi naas dihantam gelombang tinggi. Sesaat sebelum kapal tenggelam, kata Riski, Bram masih memeluk si bungsu berusia 2 tahun. Sedangkan dua anaknya lainnya terlihat memeluk ibunya.
Berdasarkan keterangan istrinya, saat itu Bram mendorong istrinya untuk segera keluar dari kapal. Waktu itu posisi kapal telah miring dan terlihat mulai terbakar. Bram yang posisinya di bawah, berusaha mendorong istri dan dua anaknya agar segera mencari pelampung dan segera terjun ke laut
"Istri dua anaknya lantas terjung ke laut, dua anak itu memeluk erat ibunya. Lebih satu jam merekap terapung di laut dengan ombak yang cukup besar. Akhirnya dua anak dan ibunya itu berhasil diselamat tim SAR," kata Riski.
Namun malang bagi sang suaminya. Bram sebelum berpisah dengan istri dan dua anaknya itu, sempat terlihat memeluk sang bungsu. Sang istri tidak mengetahui lagi bagaimana kondisi suaminya. Saat itu memang semua dalam keadaan panik.
Setelah istri dan dua anaknya selamat, sore harinya, baru diketahui jika Bram ditemukan tim SAR dalam keadaan tak bernyawa. Sang istri yang masih trauma dalam musibah itu menangis pilu. Ternyata sang suami yang berusaha menyelamatkannya jiwa dan dua anaknya malah tak selamat dalam musibah ini. Duka pun bertambah, ternyata jasad sang bayi berusia dua tahun terlepas dari genggaman sang ayah. Anak paling bungsu itu, sampai jasad ayahnya di kembalikan ke Pekanbaru belum juga diketemukan.
"Anaknya paling bungsu juga meninggal dunia. Jasadnya belum diketemukan," kata Riski Humas Pemprov Riau itu.
(cha/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
Jumat, 25/05/2012 19:08 WIB
Paspor Mati, Kejagung Yakin Satono Tak Kabur ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:30 WIB
Kutip Testimoni Najwa dan Ketua KPK, Pengelola Situs Jokowi-Basuki Minta Maaf
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:11 WIB
Soal Testimoni di Situs Jokowi, Abraham: Itu Bentuk Pembohongan Publik!
-
Jumat, 25/05/2012 17:58 WIB
Janda Cantik Tewas di Kamar Kosannya di Kebayoran Baru
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
