KRI Diponegoro
Mulai dari Senjata Modern hingga Kapal Siluman
Selasa, 24/11/2009 01:31 WIB
Foto: Ilustrasi
Jakarta
KRI dipenogoro dan ketiga kapalnya lainya sejenis SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach), menandai perubahan baru pertahahan maritim tanah air. Generasi SIGMA meninggalkan kapal-kapal usang dan tua milik TNI AL.
Melongok ke atas KRI Diponegoro, sebuah helikopter jenis Bolcow NBO 105 bertengger di dek helipad. Selain itu KRI Diponegoro juga dibekali dengan sistem persenjataan yang mumpuni semisal terpedo mode II/MU 90 yang dilengkapi 2 peluncur terpedo tipe B515.
Meriam utama pun dipasang di depan anjungan kapal. Meriam jenis Oto-melara 76 mm buatan Italia. Kanon ringan dipasangkan di sayap kanan dan kiri dengan kekuatan tembakan 600 butir peluru kaliber 20 mm tiap menitnya.
"Kita juga dilengkapi persenjataan elektronik. Sistem manajemen tempur Thales Tacticos buatan Thales. Sistem ini integral untuk komando dan kontrol, sensor dan komunikasi. Sistem ini ikenal dengan nama Combat Management System (CMS)," kata Kapten Laut (Pelaut) Lewis Nainggolan, Perwira Divisi Peperangan Atas Air (PAA).
Hal ini disampaikannya di atas Kapal KRI Diponegoro-365 saat bertolak dari dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (22/11/2009).
Yang lebih menarik lagi, ketika detikcom melihat ke ruang kontrol anjungan, terdapat sekitar enam layar yang menggambarkan keadaan dalam dan luar kapal.
"Semuanya didekteksi pakai senor. Ditampilkan dalam layar komputer dan kalau ada sesuatu yang tidak normal maka akan menunjukkan daerah kerusakan dan akan bunyi alarm," kata pria asal Medan ini.
"Ini suatu pendekatan kapal generasi baru dimana semua sub sistem kapal, seperti navigasi, senjata, dan semua terintegrasi dengan baik," tambahnya.
Biasanya, kapal model lama menggunakan kemudi besar untuk menggerakkan kapal. Di kapal model SIGMA ini, kemudi kapal hanya berukuran Mouse kecil yang digerakkan lewat sentuhan jari.
"Juga menggunakan auto pilot. Radar juga dimiliki dengan jangkauan 200 km. yang paling canggih adalah semua integrated," katanya.
Selain itu, mode siluman bisa digunakan oleh kapal ini hingga tidak bisa terdeteksi oleh kapal-kapal yang berada di sekitarnya.
"Ada mode silent yang artinya kita tidak bisa dideteksi oleh kapal lain tapi kita bisa mendeteksi kapal mereka. Tinggal mengklik kapal yang ada di layar, maka akan ditampilkan data kapal yang dimaksud," jelasnya.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, KRI Diponegoro seberat 1700 ton, dengan panjang 90.71 meter dan lebar 13.02 meter. Kecepatan hingga mencapai 28 knot.
(fiq/mok)
Melongok ke atas KRI Diponegoro, sebuah helikopter jenis Bolcow NBO 105 bertengger di dek helipad. Selain itu KRI Diponegoro juga dibekali dengan sistem persenjataan yang mumpuni semisal terpedo mode II/MU 90 yang dilengkapi 2 peluncur terpedo tipe B515.
Meriam utama pun dipasang di depan anjungan kapal. Meriam jenis Oto-melara 76 mm buatan Italia. Kanon ringan dipasangkan di sayap kanan dan kiri dengan kekuatan tembakan 600 butir peluru kaliber 20 mm tiap menitnya.
"Kita juga dilengkapi persenjataan elektronik. Sistem manajemen tempur Thales Tacticos buatan Thales. Sistem ini integral untuk komando dan kontrol, sensor dan komunikasi. Sistem ini ikenal dengan nama Combat Management System (CMS)," kata Kapten Laut (Pelaut) Lewis Nainggolan, Perwira Divisi Peperangan Atas Air (PAA).
Hal ini disampaikannya di atas Kapal KRI Diponegoro-365 saat bertolak dari dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (22/11/2009).
Yang lebih menarik lagi, ketika detikcom melihat ke ruang kontrol anjungan, terdapat sekitar enam layar yang menggambarkan keadaan dalam dan luar kapal.
"Semuanya didekteksi pakai senor. Ditampilkan dalam layar komputer dan kalau ada sesuatu yang tidak normal maka akan menunjukkan daerah kerusakan dan akan bunyi alarm," kata pria asal Medan ini.
"Ini suatu pendekatan kapal generasi baru dimana semua sub sistem kapal, seperti navigasi, senjata, dan semua terintegrasi dengan baik," tambahnya.
Biasanya, kapal model lama menggunakan kemudi besar untuk menggerakkan kapal. Di kapal model SIGMA ini, kemudi kapal hanya berukuran Mouse kecil yang digerakkan lewat sentuhan jari.
"Juga menggunakan auto pilot. Radar juga dimiliki dengan jangkauan 200 km. yang paling canggih adalah semua integrated," katanya.
Selain itu, mode siluman bisa digunakan oleh kapal ini hingga tidak bisa terdeteksi oleh kapal-kapal yang berada di sekitarnya.
"Ada mode silent yang artinya kita tidak bisa dideteksi oleh kapal lain tapi kita bisa mendeteksi kapal mereka. Tinggal mengklik kapal yang ada di layar, maka akan ditampilkan data kapal yang dimaksud," jelasnya.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, KRI Diponegoro seberat 1700 ton, dengan panjang 90.71 meter dan lebar 13.02 meter. Kecepatan hingga mencapai 28 knot.
(fiq/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 20:40 WIB
Polisi: Pembunuhan Paman dan Anak di Depok Karena Sakit Hati
-
280 Komentar
-
248 Komentar
-
227 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
