KRI Diponegoro
Merantau untuk Tanah Air
Selasa, 24/11/2009 00:36 WIB
Jakarta
KRI Diponegero-389, meninggalkan tanah air enam bulan silam menuju sebuah laut di ujung barat bumi, di perairan laut Lebanon. Daerah yang dikenal oleh para sastrawan sebagai tanah kelahiran Khalil Gibran sang pujangga.
Bukan akan melakukan misi pertukaran kebudayaan dan kesenian, tapi sebuah misi kemanusiaan dan perdamaian. 100 orang prajurit pilihan berangkat di bawah bendera persatuan dunia PBB sebagai Satgas Maritime Task Force (MTF) sebagai Kontingen Garuda XXVIII-A/UNIFIL .
Menggunakan nama Pangeran Diponegoro, salah seorang pahlawan nasional Indonesia yang ikut berperang dalam perang jawa 1825-1830. Kapal jenis korvet ini yang digunakan sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam, dan anti pesawat udara.
30 hari lamanya kapal nan canggih ini mangarungi laut dengan kedalaman dasar yang masih misterius dan gelap. Merapat di dermaga-dermaga negara sahabat yang asing bagi para awaknya.
"Kami singgah di berbagai pelabuhan di luar negeri untuk mengisi logistik. Misalnya di Kochin, India, Salala, Oman, dan Port Said di Mesir," ujar Komandan Kapal KRI Diponegoro-365 Letkol Laut (Pelaut) Arsyad Abdullah.
Hal ini disampaikannya di atas Kapal KRI Diponegoro-365 saat bertolak dari dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (22/11/2009).
Selain bertugas menjaga perdamaian, KRI Diponegoro pun ditugaskan untuk mencegah penyelundupan senjata dari dan luar Lebanon.
"Di samping kita juga membantu untuk meningkatkan kemampuan tentara AL Lebanon untuk menjaga wilayah lautnya sendiri," katanya.
Arsyad menceritakan, saat tiba di Lebanon, perwira dari PBB mengaku terkejut dengan cepatnya pasukan TNI AL berinteraksi dan mengikuti semua prosedur yang telah ditetapkan.
"Semua kegiatan yang diberikan dan mendapat sambutan dari mereka. Mereka sangat mengharapkan ada pengganti, bahkan sebelum saya kembali mereka menanyakan kapan kapal pengganti datang? saya hanya menyampaikan kita sudah menyiapkan kapal," jelasnya.
Selain itu, selama bertugas, operasi yang dilakukan berjalan lancar. Seluruh kendala itu bisa diatasi oleh pasukan tentara Indonesia.
"Di awal kita banyak mendeteksi pesawat Israel melintas di udara dan itu hanya merupakan Air Penetrasion. Selama kita lakukan operasi ada masalah dan semua kita bisa atasi," tuturnya.
(fiq/mok)
Bukan akan melakukan misi pertukaran kebudayaan dan kesenian, tapi sebuah misi kemanusiaan dan perdamaian. 100 orang prajurit pilihan berangkat di bawah bendera persatuan dunia PBB sebagai Satgas Maritime Task Force (MTF) sebagai Kontingen Garuda XXVIII-A/UNIFIL .
Menggunakan nama Pangeran Diponegoro, salah seorang pahlawan nasional Indonesia yang ikut berperang dalam perang jawa 1825-1830. Kapal jenis korvet ini yang digunakan sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam, dan anti pesawat udara.
30 hari lamanya kapal nan canggih ini mangarungi laut dengan kedalaman dasar yang masih misterius dan gelap. Merapat di dermaga-dermaga negara sahabat yang asing bagi para awaknya.
"Kami singgah di berbagai pelabuhan di luar negeri untuk mengisi logistik. Misalnya di Kochin, India, Salala, Oman, dan Port Said di Mesir," ujar Komandan Kapal KRI Diponegoro-365 Letkol Laut (Pelaut) Arsyad Abdullah.
Hal ini disampaikannya di atas Kapal KRI Diponegoro-365 saat bertolak dari dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (22/11/2009).
Selain bertugas menjaga perdamaian, KRI Diponegoro pun ditugaskan untuk mencegah penyelundupan senjata dari dan luar Lebanon.
"Di samping kita juga membantu untuk meningkatkan kemampuan tentara AL Lebanon untuk menjaga wilayah lautnya sendiri," katanya.
Arsyad menceritakan, saat tiba di Lebanon, perwira dari PBB mengaku terkejut dengan cepatnya pasukan TNI AL berinteraksi dan mengikuti semua prosedur yang telah ditetapkan.
"Semua kegiatan yang diberikan dan mendapat sambutan dari mereka. Mereka sangat mengharapkan ada pengganti, bahkan sebelum saya kembali mereka menanyakan kapan kapal pengganti datang? saya hanya menyampaikan kita sudah menyiapkan kapal," jelasnya.
Selain itu, selama bertugas, operasi yang dilakukan berjalan lancar. Seluruh kendala itu bisa diatasi oleh pasukan tentara Indonesia.
"Di awal kita banyak mendeteksi pesawat Israel melintas di udara dan itu hanya merupakan Air Penetrasion. Selama kita lakukan operasi ada masalah dan semua kita bisa atasi," tuturnya.
(fiq/mok)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 20:40 WIB
Polisi: Pembunuhan Paman dan Anak di Depok Karena Sakit Hati
-
280 Komentar
-
248 Komentar
-
227 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
