Terorisme Tidak Hanya Tumbuh Dalam Fundamentalis Islam
Selasa, 24/11/2009 00:05 WIB
Jakarta
Terorisme tidak hanya tumbuh di kalangan fundamentalis Islam. Diseluruh agama, gerakan teroris juga tumbuh.
"Terorisme Kristen subur di dalam masyarakat fundamentalis ekstrim Kristen, terorisme zionisme tumbuh subur dalam masyarakat fundamentalis yahudi dan terorisme kontemporer subur dalam fundamentalisme Islam," ujar mantan Kepala BIN AM Hendropriyono.
Hendropriyono menjelaskan hal ini dalam peluncuran bukunya yang berjudul 'Terorisme Fundamentalis Kristen, Yahudi, Islam' di TB Gramedia Matraman, Jakarta, Senin (23/11/2009).
Hendro menjelaskan, terorisme tidak akan mati. Mantan anggota RPKAD ini mengibaratkan terorisme seperti sebuah pohon. Akarnya adalah ideologi, batang dan rantingnya adalah organisasi teroris di seluruh dunia dan daun-daunnya adalah anggota teroris.
"Jadi kalau ada yang ditembak atau ditangkap itu hanya daun-daunnya," terangnya.
Hendro menambahkan pupuk bagi tindakan terorisme adalah kondisi geopolitik seperti konflik Palestina. "Jadi konflik Palestina itu bukan akar konflik tetapi pupuk bagi tindakan terorisme," jelasnya.
Sedangkan fotosintesa yang menjadi makanan daun-daun atau pelaku terorisme adalah konflik-konflik sosial. Selama konflik sosial masih ada, maka daun-daun ini akan terus tumbuh menggantikan yang lain.
"Tapi akar teroris yang berupa ideologi ini hanya bisa tumbuh di tanah yang subur. Jika masyarakat tidak menyukai kekerasan kemungkinan timbulnya aksi terorisme juga kecil," terangnya.
(rdf/mok)
"Terorisme Kristen subur di dalam masyarakat fundamentalis ekstrim Kristen, terorisme zionisme tumbuh subur dalam masyarakat fundamentalis yahudi dan terorisme kontemporer subur dalam fundamentalisme Islam," ujar mantan Kepala BIN AM Hendropriyono.
Hendropriyono menjelaskan hal ini dalam peluncuran bukunya yang berjudul 'Terorisme Fundamentalis Kristen, Yahudi, Islam' di TB Gramedia Matraman, Jakarta, Senin (23/11/2009).
Hendro menjelaskan, terorisme tidak akan mati. Mantan anggota RPKAD ini mengibaratkan terorisme seperti sebuah pohon. Akarnya adalah ideologi, batang dan rantingnya adalah organisasi teroris di seluruh dunia dan daun-daunnya adalah anggota teroris.
"Jadi kalau ada yang ditembak atau ditangkap itu hanya daun-daunnya," terangnya.
Hendro menambahkan pupuk bagi tindakan terorisme adalah kondisi geopolitik seperti konflik Palestina. "Jadi konflik Palestina itu bukan akar konflik tetapi pupuk bagi tindakan terorisme," jelasnya.
Sedangkan fotosintesa yang menjadi makanan daun-daun atau pelaku terorisme adalah konflik-konflik sosial. Selama konflik sosial masih ada, maka daun-daun ini akan terus tumbuh menggantikan yang lain.
"Tapi akar teroris yang berupa ideologi ini hanya bisa tumbuh di tanah yang subur. Jika masyarakat tidak menyukai kekerasan kemungkinan timbulnya aksi terorisme juga kecil," terangnya.
(rdf/mok)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 20:40 WIB
Polisi: Pembunuhan Paman dan Anak di Depok Karena Sakit Hati
-
280 Komentar
-
248 Komentar
-
227 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
