FPKB Serukan Anggotanya Dukung Hak Angket Century
Senin, 23/11/2009 19:08 WIB
Jakarta
Setelah menerima hasil laporan audit investigasi BPK atas Bank Century, sikap Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa yang sebelumnya mendukung hak angket dengan malu-malu langsung tegas. Alasannya, FPKB melihat ada sesuatu yang harus didalami DPR terkait laporan BPK tersebut.
"Setelah mencermati hasil audit investigasi BPK, dan menghargai suasana kebatinan rakyat Indonesia, FPKB memutuskan mendukung penuh usul hak angket skandal Bank Century," kata Ketua FPKB Marwan Jafar kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2009).
"Kami perintahkan kepada semua anggota fraksi PKB untuk mendukung dan menandatangani dukungan hak angket Bank Century," imbuhnya.
Menurut ketua DPP PKB ini, FPKB memiliki prinsip yang tegas bahwa setiap kasus yang merugikan keuangan negara harus diusut tuntas. Karena itu, DPR harus menindaklanjuti temuan BPK dengan membentuk Pansus skandal Bank Century.
"Kami meminta agar DPR mendalami kontroversi aliran dana Bank Century, termasuk dengan mendorong dewan memanggil PPATK dan pihak-pihak terkait," papar penulis buku Energynomic ini.
Politisi muda PKB ini meminta dewan bersikap kritis atas laporan BPK ini. Jika nantinya dalam penelusuran Pansus Angket Century ditemukan pelanggaran berupa tindak pidana korupsi, maka kasusnya harus diserahkan kepada aparat hukum yang bertanggung jawab.
"Jika ada pelanggaran hukum, kasusnya harus diserahkan kepada aparat hukum sesuai dengan UU yang ada," pungkasnya.
(yid/iy)
"Setelah mencermati hasil audit investigasi BPK, dan menghargai suasana kebatinan rakyat Indonesia, FPKB memutuskan mendukung penuh usul hak angket skandal Bank Century," kata Ketua FPKB Marwan Jafar kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2009).
"Kami perintahkan kepada semua anggota fraksi PKB untuk mendukung dan menandatangani dukungan hak angket Bank Century," imbuhnya.
Menurut ketua DPP PKB ini, FPKB memiliki prinsip yang tegas bahwa setiap kasus yang merugikan keuangan negara harus diusut tuntas. Karena itu, DPR harus menindaklanjuti temuan BPK dengan membentuk Pansus skandal Bank Century.
"Kami meminta agar DPR mendalami kontroversi aliran dana Bank Century, termasuk dengan mendorong dewan memanggil PPATK dan pihak-pihak terkait," papar penulis buku Energynomic ini.
Politisi muda PKB ini meminta dewan bersikap kritis atas laporan BPK ini. Jika nantinya dalam penelusuran Pansus Angket Century ditemukan pelanggaran berupa tindak pidana korupsi, maka kasusnya harus diserahkan kepada aparat hukum yang bertanggung jawab.
"Jika ada pelanggaran hukum, kasusnya harus diserahkan kepada aparat hukum sesuai dengan UU yang ada," pungkasnya.
(yid/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 20:40 WIB
Polisi: Pembunuhan Paman dan Anak di Depok Karena Sakit Hati
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
227 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
