Kasus Bibit-Chandra
Presiden SBY Tidak Minta Chandra-Bibit Mundur
Senin, 23/11/2009 16:09 WIB
Presiden SBY (Abror/rumgapres)
Jakarta
Isu permintaan agar Chandra M Hamzah dan Bibit S Rianto mundur dari KPK tampaknya hanya isapan jempol. Tak ada bukti hingga kini. Bahkan, saat bertemu Bibit dan Chandra di Wisma Negara, Presiden SBY sama sekali tidak meminta keduanya mundur dari KPK.
"Presiden sama sekali tidak mengucapkan kalimat yang meminta Bibit dan Chandra mundur. Tidak ada sama sekali, baik tersirat maupun tersurat," kata sumber detikcom, Senin (23/11/2009).
Dalam pertemuan selama 1 jam itu, SBY hanya menjelaskan mengenai sikap terhadap kasus Bibit dan Chandra yang akan diumumkan nanti malam. Presiden menyinggung bahwa kasus ini akan diselesaikan melalui luar pengadilan, tanpa menjelaskan apakah kasus Bibit-Chandra dihentikan melalui SP3, SKP2, atau deponering. Penjelasan ini mirip dengan penjelasan SBY saat bertemu para pemimpin media massa di Istana Negara Minggu (22/11/2009) malam.
Belum ada konfirmasi dari pemerintah secara resmi mengenai hal ini. Yang jelas, isu dorongan agar Chandra dan Bibit mundur muncul setelah Menkum dan HAM Patrialis Akbar menemui pimpinan KPK, Minggu kemarin. Isu makin menguat saat Patrialis kembali datang ke KPK dan bertemu Chandra dan Bibit hari ini.
Bibit dan Chandra diterima Presiden SBY dengan didampingi Plt Ketua KPK Tumpang Hatorangan Panggabean. Sejumlah menteri, seperti Menko Polhukam dan Menkum-HAM Patrialis Akbar, tampak mengikuti pertemuan itu.
Seusai menerima Chandra-Bibit, Presiden SBY menerima Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri. Kesibukan Presiden SBY menjelang pengumuman sikapnya atas kasus Bibit-Chandra semakin terlihat.
(asy/nrl)
"Presiden sama sekali tidak mengucapkan kalimat yang meminta Bibit dan Chandra mundur. Tidak ada sama sekali, baik tersirat maupun tersurat," kata sumber detikcom, Senin (23/11/2009).
Dalam pertemuan selama 1 jam itu, SBY hanya menjelaskan mengenai sikap terhadap kasus Bibit dan Chandra yang akan diumumkan nanti malam. Presiden menyinggung bahwa kasus ini akan diselesaikan melalui luar pengadilan, tanpa menjelaskan apakah kasus Bibit-Chandra dihentikan melalui SP3, SKP2, atau deponering. Penjelasan ini mirip dengan penjelasan SBY saat bertemu para pemimpin media massa di Istana Negara Minggu (22/11/2009) malam.
Belum ada konfirmasi dari pemerintah secara resmi mengenai hal ini. Yang jelas, isu dorongan agar Chandra dan Bibit mundur muncul setelah Menkum dan HAM Patrialis Akbar menemui pimpinan KPK, Minggu kemarin. Isu makin menguat saat Patrialis kembali datang ke KPK dan bertemu Chandra dan Bibit hari ini.
Bibit dan Chandra diterima Presiden SBY dengan didampingi Plt Ketua KPK Tumpang Hatorangan Panggabean. Sejumlah menteri, seperti Menko Polhukam dan Menkum-HAM Patrialis Akbar, tampak mengikuti pertemuan itu.
Seusai menerima Chandra-Bibit, Presiden SBY menerima Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri. Kesibukan Presiden SBY menjelang pengumuman sikapnya atas kasus Bibit-Chandra semakin terlihat.
(asy/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
Jumat, 25/05/2012 19:08 WIB
Paspor Mati, Kejagung Yakin Satono Tak Kabur ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:30 WIB
Kutip Testimoni Najwa dan Ketua KPK, Pengelola Situs Jokowi-Basuki Minta Maaf
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:11 WIB
Soal Testimoni di Situs Jokowi, Abraham: Itu Bentuk Pembohongan Publik!
-
Jumat, 25/05/2012 17:58 WIB
Janda Cantik Tewas di Kamar Kosannya di Kebayoran Baru
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
