6 Anak Divonis Mati di Sudan
Senin, 23/11/2009 15:23 WIB
Ilustrasi (AFP)
Khartoum
Otoritas Sudan menjatuhkan vonis mati pada enam anak-anak karena ikut serta dalam serangan pemberontak Darfur di Khartoum.
Namun pemerintah Sudan berjanji tidak akan mengeksekusi mati mereka setelah ada campur tangan PBB. Demikian disampaikan pejabat tinggi PBB seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (23/11/2009).
"Kami tahu ada enam anak dari serangan itu yang divonis mati," kata Radhika Coomaraswamy, perwakilan khusus Sekjen PBB untuk anak dan konflik senjata.
"Pemerintah Sudan mengklaim bahwa panel militer menemukan kalau mereka bukan anak-anak. Namun penilaian badan-badan internasional adalah mereka itu anak-anak," imbuhnya.
"Saya telah mendapat kepastian dari menteri kehakiman bahwa mereka tidak akan dieksekusi," tandasnya.
PBB mendefinisikan seorang anak sebagai seseorang di bawah usia 18 tahun.
Lebih dari 100 dihukum mati setelah terbukti terlibat dalam serangan oleh kelompok pemberontak Darfur, Justice and Equality Movement (JEM) di Omdurman, pinggiran Khartoum pada Mei 2008 lalu. Presiden Sudan Omar Hassan Al-Bashir telah mengampuni dan membebaskan sejumlah anak yang telah ditahan karena ikut serta dalam serangan tersebut.
Staf PBB kemudian menemukan masih ada enam anak lagi yang menerima vonis mati. Namun menurut pemerintah Sudan, beberapa dari mereka telah berumur lebih dari 18 tahun saat serangan tersebut.
(ita/iy)
Namun pemerintah Sudan berjanji tidak akan mengeksekusi mati mereka setelah ada campur tangan PBB. Demikian disampaikan pejabat tinggi PBB seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (23/11/2009).
"Kami tahu ada enam anak dari serangan itu yang divonis mati," kata Radhika Coomaraswamy, perwakilan khusus Sekjen PBB untuk anak dan konflik senjata.
"Pemerintah Sudan mengklaim bahwa panel militer menemukan kalau mereka bukan anak-anak. Namun penilaian badan-badan internasional adalah mereka itu anak-anak," imbuhnya.
"Saya telah mendapat kepastian dari menteri kehakiman bahwa mereka tidak akan dieksekusi," tandasnya.
PBB mendefinisikan seorang anak sebagai seseorang di bawah usia 18 tahun.
Lebih dari 100 dihukum mati setelah terbukti terlibat dalam serangan oleh kelompok pemberontak Darfur, Justice and Equality Movement (JEM) di Omdurman, pinggiran Khartoum pada Mei 2008 lalu. Presiden Sudan Omar Hassan Al-Bashir telah mengampuni dan membebaskan sejumlah anak yang telah ditahan karena ikut serta dalam serangan tersebut.
Staf PBB kemudian menemukan masih ada enam anak lagi yang menerima vonis mati. Namun menurut pemerintah Sudan, beberapa dari mereka telah berumur lebih dari 18 tahun saat serangan tersebut.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 20:40 WIB
Polisi: Pembunuhan Paman dan Anak di Depok Karena Sakit Hati
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
227 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
