Menkominfo: Sekarang Bukan Lagi Eranya Polisi Panggil Pers
Senin, 23/11/2009 12:05 WIB
Jakarta
Pemanggilan pekerja pers oleh kepolisian terkait dengan pemberitaan di media massa bersangkutan dinilai sebagai kekeliruan. Di masa-masa yang akan datang tindakan serupa diharapkan tidak terulang kembali.
"Pemanggilan itu keliru, ke depan jangan ada pemanggilan seperti itu," kata Menkominfo Tiffatul Sembiring tentang pemanggilan redaksi harian Kompas dan Seputar Indonesia (Sindo) menyusul pemuatan transkip rekaman rekayasa kasus Bibit-Chandra.
Tifatul dicegat wartawan sebelum mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2009).
Pemanggilan dilakukan sebatas keperluan penyidik untuk mendapatkan data lebih banyak. Tetapi bila dalam proses tersebut, posisi pekerja pers sebagai pihak yang dipermasalahkan, menurut Tifatul, praktek yang seperti itu sudah bukan lagi masa-nya.
"Sekarang bukan lagi eranya," pungkas Tifatul.
Menyusul pemuatan trankip rekaman pembicaraan telepon dugaan rekayasa kasus Bibit-Chandra, Polri memanggil redaksi Kompas dan Seputar Indonesia. Transkip rekaman hasil penyadapan KPK yang mereka beritakan tersebut sebenarnya telah diperdengarkan di dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK).
Pemanggilan sempat dibatalkan setelah munculnya reaksi penolakan dari komunitas pers. Namun setelah ada komunikasi lebih lanjut, akhirnya pihak redaksi dari dua harian nasional tersebut bersedia memberi keterangannya pada Jumat (20/11/2009) pekan lalu.
(lh/iy)
"Pemanggilan itu keliru, ke depan jangan ada pemanggilan seperti itu," kata Menkominfo Tiffatul Sembiring tentang pemanggilan redaksi harian Kompas dan Seputar Indonesia (Sindo) menyusul pemuatan transkip rekaman rekayasa kasus Bibit-Chandra.
Tifatul dicegat wartawan sebelum mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2009).
Pemanggilan dilakukan sebatas keperluan penyidik untuk mendapatkan data lebih banyak. Tetapi bila dalam proses tersebut, posisi pekerja pers sebagai pihak yang dipermasalahkan, menurut Tifatul, praktek yang seperti itu sudah bukan lagi masa-nya.
"Sekarang bukan lagi eranya," pungkas Tifatul.
Menyusul pemuatan trankip rekaman pembicaraan telepon dugaan rekayasa kasus Bibit-Chandra, Polri memanggil redaksi Kompas dan Seputar Indonesia. Transkip rekaman hasil penyadapan KPK yang mereka beritakan tersebut sebenarnya telah diperdengarkan di dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK).
Pemanggilan sempat dibatalkan setelah munculnya reaksi penolakan dari komunitas pers. Namun setelah ada komunikasi lebih lanjut, akhirnya pihak redaksi dari dua harian nasional tersebut bersedia memberi keterangannya pada Jumat (20/11/2009) pekan lalu.
(lh/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 20:40 WIB
Polisi: Pembunuhan Paman dan Anak di Depok Karena Sakit Hati
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
227 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
