Media Massa Dipanggil
Harus Jelas Tujuan Polri Panggil Media Massa
Jumat, 20/11/2009 17:56 WIB
Jakarta
Pemanggilan Polri terhadap dua media massa, Kompas dan Sindo, harus jelas tujuannya. Kalau hanya minta dukungan data dari media terkait laporan Anggodo Widjojo, seharusnya tidak jadi masalah.
"Tapi kalau Polri ada keinginan untuk mempermasalahkan ada pemberitaan di media sangat disayangkan. Saya yakin Polri tidak melanggar rambu itu," kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (20/11/2009).
Menurut Tjahjo, dunia penyiaran sudah ada UU yang mengatur. Ada hak jawab dan sebagainya. Media punya kode etik dan tahu mana batasan bisa secara hukum dimuat atau tidak.
"Ada batas etikanya. Saya yakin tidak ke arah sana (kriminalisasi media)," imbuhnya.
Tjahjo mengatakan, mudah-mudahan pemanggilan tersebut dalam konteks tidak mengecilkan media tapi menambahkan
data Polri.
"Kita berpikir positif. Kecuali jika ada hal yang di luar kepatutan," jelasnya.
Mengenai pemanggilan media lewat telepon, menurut Tjahjo tidak perlu dipermasalahkan. Memanggil menggunakan telepon berarti minta penjelasan secara tidak formal.
"Kalau mau klarifikasi kan nggak apa-apa, kalau pemanggilan informal menggunakan surat berarti ada masalah," imbuhnya.
Jika ada panggilan melalui telepon, lanjut Tjahjo, bisa saja hanya sekadar mau ngobrol-ngobrol.
"Jadi nggak masalah kalau media tersebut ingin formal seharusnya tidak datang. Minta panggilan formal kalau ditelepon hanya untuk ngobrol biasa sajakan," ungkapnya.
(gus/iy)
"Tapi kalau Polri ada keinginan untuk mempermasalahkan ada pemberitaan di media sangat disayangkan. Saya yakin Polri tidak melanggar rambu itu," kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (20/11/2009).
Menurut Tjahjo, dunia penyiaran sudah ada UU yang mengatur. Ada hak jawab dan sebagainya. Media punya kode etik dan tahu mana batasan bisa secara hukum dimuat atau tidak.
"Ada batas etikanya. Saya yakin tidak ke arah sana (kriminalisasi media)," imbuhnya.
Tjahjo mengatakan, mudah-mudahan pemanggilan tersebut dalam konteks tidak mengecilkan media tapi menambahkan
data Polri.
"Kita berpikir positif. Kecuali jika ada hal yang di luar kepatutan," jelasnya.
Mengenai pemanggilan media lewat telepon, menurut Tjahjo tidak perlu dipermasalahkan. Memanggil menggunakan telepon berarti minta penjelasan secara tidak formal.
"Kalau mau klarifikasi kan nggak apa-apa, kalau pemanggilan informal menggunakan surat berarti ada masalah," imbuhnya.
Jika ada panggilan melalui telepon, lanjut Tjahjo, bisa saja hanya sekadar mau ngobrol-ngobrol.
"Jadi nggak masalah kalau media tersebut ingin formal seharusnya tidak datang. Minta panggilan formal kalau ditelepon hanya untuk ngobrol biasa sajakan," ungkapnya.
(gus/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:55 WIB
Polisi Sita Sepucuk Pistol dari Pembunuh Wartawan Senior TVRI
-
Minggu, 27/05/2012 11:52 WIB
PD Tarik Wacana Pencapresan Ani Yudhoyono karena SBY Marah?
-
Minggu, 27/05/2012 11:43 WIB
Ada Kebakaran, KRL Tertahan di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
286 Komentar
-
245 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
