Hasil Rakernas PDIP
Penegakan Hukum di Indonesia Memprihatinkan
Jumat, 20/11/2009 17:54 WIB
Terkait
Jakarta
Rakernas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menghasilkan 5 poin yang menjadi acuan bagi partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini. Salah satu dari lima poin hasil Rakernas, PDIP merasa prihatin atas proses penegakan hukum di Indonesia.
"PDIP mendesak agar proses penegakan hukum agar dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku, penegakan hukum di Indonesia sangat memprihatinkan," ujar Sekjen PDIP Pramono Anung kepada wartawan di DPP PDIP, JL Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2009).
PDIP merasa jika penegakan hukum yang dilakukan oleh pemerintah yang sedang berkuasa saat ini tidak lagi berpihak pada masyarakat melainkan hanya pada kelompok kepentingan saja.
"Rakernas ini mengambil tema 'Hukum dan Demokrasi untuk Rakyat Indonesia' yang merupakan bentuk penegakan komitmen yang menempatkan hukum dan demokrasi sebagai wajah penyelenggaraan negara yang berpihak pada rakyat," tambah Pramono.
Menurut pengamatan partai berlambang Banteng moncong putih ini penegakan hukum yang ada semakin mengarah pada kriminalisasi kasus hukum dan berdampak pada konflik antar lembaga penegak hukum yang disebabkan pengaruh dari kelompok kepentingan.
"Sangat memprihatinkan penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan negara yang tidak lagi didasarkan pada hukum yang mengabdi pada bangsa dan negara melalui ketaatan pada konstitusi negara," pungkas Pramono.
(her/iy)
"PDIP mendesak agar proses penegakan hukum agar dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku, penegakan hukum di Indonesia sangat memprihatinkan," ujar Sekjen PDIP Pramono Anung kepada wartawan di DPP PDIP, JL Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2009).
PDIP merasa jika penegakan hukum yang dilakukan oleh pemerintah yang sedang berkuasa saat ini tidak lagi berpihak pada masyarakat melainkan hanya pada kelompok kepentingan saja.
"Rakernas ini mengambil tema 'Hukum dan Demokrasi untuk Rakyat Indonesia' yang merupakan bentuk penegakan komitmen yang menempatkan hukum dan demokrasi sebagai wajah penyelenggaraan negara yang berpihak pada rakyat," tambah Pramono.
Menurut pengamatan partai berlambang Banteng moncong putih ini penegakan hukum yang ada semakin mengarah pada kriminalisasi kasus hukum dan berdampak pada konflik antar lembaga penegak hukum yang disebabkan pengaruh dari kelompok kepentingan.
"Sangat memprihatinkan penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan negara yang tidak lagi didasarkan pada hukum yang mengabdi pada bangsa dan negara melalui ketaatan pada konstitusi negara," pungkas Pramono.
(her/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
Jumat, 25/05/2012 19:08 WIB
Paspor Mati, Kejagung Yakin Satono Tak Kabur ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Kejagung Janji Akan Profesional Tangani Kasus Fadel
-
Jumat, 25/05/2012 18:50 WIB
Eks Wali Kota Cilegon Ditahan di Rutan Cipinang
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:11 WIB
Soal Testimoni di Situs Jokowi, Abraham: Itu Bentuk Pembohongan Publik!
-
Jumat, 25/05/2012 18:30 WIB
Kutip Testimoni Najwa dan Ketua KPK, Pengelola Situs Jokowi-Basuki Minta Maaf
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Kejagung Janji Akan Profesional Tangani Kasus Fadel
-
706 Komentar
-
273 Komentar
-
240 Komentar
-
232 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
