KLB Rabies di Bali
Pasien Tolak Pengembalian Uang Pembelian Vaksin di RSUD Buleleng
Jumat, 20/11/2009 15:27 WIB
dok detikcom
Denpasar
Terbongkarnya kasus jual beli vaksin anti rabies (VAR) di Bali membuat RSUD Buleleng terpojok. Pihak rumah sakit mengembalikan uang pasien sebesar Rp 188 ribu. Namun, keluarga pasien Yogi (8) menolak dan mengembalikannya uang itu ke RS.
Orang tua pasien Kadek Masmika didampingi Kuasa Hukum dari Berdikari Kadek Doni Artawan mendatangi RSUD Buleleng, di Jalan Ngurah Rai, Singaraja. Uang tersebut diterima kembali oleh Dirut RSUD Buleleng dr Nyoman Mardana di ruangannya, Jumat (20/11/2009).
"Kami datang untuk mengembalikan uang yang telah kami bayarkan untuk membeli VAR ke RSUD Buleleng. Kami tidak membutuhkan uang itu kembali. Yang kami tuntut adalah pelayanan rumah sakit yang baik dan transparan kepada masyarakat," kata Kadek Masmika usai bertemu .
Masmika pun kecewa karena sebelumnya tidak diberikan VAR gratis oleh petugas dengan alasan tidak ada persediaan VAR gratis. Saat itu, ia disarankan membeli VAR di apotik Giri Putri, yang ada di dalam lingkungan rumah sakit.
Setelah kasus jual beli VAR ini terbongkar, pihak manajemen RSUD Buleleng yang berjumlah tiga orang mendatangi rumah pasien Yogi di Seririt, Buleleng, pukul 17.30 Wita, Kamis (19/11/2009). Mereka mengembalikan uang pasien sebesar Rp 188 ribu yang digunakan untuk membeli VAR di rumah sakit.
"Petugas mengatakan uang waktu membeli VAR sebagai jaminan. Setelah ada VAR, uang kami dikembalikan kembali," kata Masmika.
Pernyataan pihak manajemen RSUD Buleleng tersebut ternyata berbeda saat pihak keluarga mendatangi rumah sakit pada 17 November 2009. "Saat saya kami di rumah sakit saat itu, tidak ada janji dari rumah sakit bahwa uang kami digunakan sebagai jaminan. Kami sangat kecewa diperlakukan seperti ini," kata Masmika.
Keluarga pasien pun tidak terima dengan sikap RSUD Buleleng. Mereka kemudian mengembalikan uang tersebut langsung kepada Dirut RSUD Buleleng. "Kami berharap kasus seperti ini lagi tidak menimpa pasien dan masyarakat lainnya di Bali. Biarkan kami saya yang mengalami ketidakadilan ini," kata Masmika.
Sementara itu, Kuasa Hukum Doni mensinyalir bahwa pengembalian uang oleh rumah sakit ke pasien semakin memperkuat bukti bahwa terjadi ketidakberesan dalam distribusi VAR kepada masyarakat di Bali. "Tiada ada aturan di rumah sakit jika pasien harus memberikan jaminan uang untuk mendapatkan VAR subdisi pemerintah di rumah sakit. Ini ada yang tidak benar," kata Doni.
Dengan terungkapnya kasus tersebut, Doni menduga, masih ada kasus serupa lagi yang menimpa masyarakat lain dengan modus yang hampir sama. "Kita berharap pemerintah bersungguh-sungguh melayani masyarakat. Jangan ada lagi menjual VAR yang seharusnya diberikan gratis kepada masyarakat," ujarnya.
(gds/djo)
Orang tua pasien Kadek Masmika didampingi Kuasa Hukum dari Berdikari Kadek Doni Artawan mendatangi RSUD Buleleng, di Jalan Ngurah Rai, Singaraja. Uang tersebut diterima kembali oleh Dirut RSUD Buleleng dr Nyoman Mardana di ruangannya, Jumat (20/11/2009).
"Kami datang untuk mengembalikan uang yang telah kami bayarkan untuk membeli VAR ke RSUD Buleleng. Kami tidak membutuhkan uang itu kembali. Yang kami tuntut adalah pelayanan rumah sakit yang baik dan transparan kepada masyarakat," kata Kadek Masmika usai bertemu .
Masmika pun kecewa karena sebelumnya tidak diberikan VAR gratis oleh petugas dengan alasan tidak ada persediaan VAR gratis. Saat itu, ia disarankan membeli VAR di apotik Giri Putri, yang ada di dalam lingkungan rumah sakit.
Setelah kasus jual beli VAR ini terbongkar, pihak manajemen RSUD Buleleng yang berjumlah tiga orang mendatangi rumah pasien Yogi di Seririt, Buleleng, pukul 17.30 Wita, Kamis (19/11/2009). Mereka mengembalikan uang pasien sebesar Rp 188 ribu yang digunakan untuk membeli VAR di rumah sakit.
"Petugas mengatakan uang waktu membeli VAR sebagai jaminan. Setelah ada VAR, uang kami dikembalikan kembali," kata Masmika.
Pernyataan pihak manajemen RSUD Buleleng tersebut ternyata berbeda saat pihak keluarga mendatangi rumah sakit pada 17 November 2009. "Saat saya kami di rumah sakit saat itu, tidak ada janji dari rumah sakit bahwa uang kami digunakan sebagai jaminan. Kami sangat kecewa diperlakukan seperti ini," kata Masmika.
Keluarga pasien pun tidak terima dengan sikap RSUD Buleleng. Mereka kemudian mengembalikan uang tersebut langsung kepada Dirut RSUD Buleleng. "Kami berharap kasus seperti ini lagi tidak menimpa pasien dan masyarakat lainnya di Bali. Biarkan kami saya yang mengalami ketidakadilan ini," kata Masmika.
Sementara itu, Kuasa Hukum Doni mensinyalir bahwa pengembalian uang oleh rumah sakit ke pasien semakin memperkuat bukti bahwa terjadi ketidakberesan dalam distribusi VAR kepada masyarakat di Bali. "Tiada ada aturan di rumah sakit jika pasien harus memberikan jaminan uang untuk mendapatkan VAR subdisi pemerintah di rumah sakit. Ini ada yang tidak benar," kata Doni.
Dengan terungkapnya kasus tersebut, Doni menduga, masih ada kasus serupa lagi yang menimpa masyarakat lain dengan modus yang hampir sama. "Kita berharap pemerintah bersungguh-sungguh melayani masyarakat. Jangan ada lagi menjual VAR yang seharusnya diberikan gratis kepada masyarakat," ujarnya.
(gds/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Jaksa Agung: Dua Kejati Siap Eksekusi Mati Terpidana Narkoba
-
Jumat, 25/05/2012 19:08 WIB
Paspor Mati, Kejagung Yakin Satono Tak Kabur ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Kejagung Janji Akan Profesional Tangani Kasus Fadel
-
Jumat, 25/05/2012 18:50 WIB
Eks Wali Kota Cilegon Ditahan di Rutan Cipinang
-
Jumat, 25/05/2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
-
Jumat, 25/05/2012 18:11 WIB
Soal Testimoni di Situs Jokowi, Abraham: Itu Bentuk Pembohongan Publik!
-
Jumat, 25/05/2012 18:30 WIB
Kutip Testimoni Najwa dan Ketua KPK, Pengelola Situs Jokowi-Basuki Minta Maaf
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Kejagung Janji Akan Profesional Tangani Kasus Fadel
-
706 Komentar
-
273 Komentar
-
240 Komentar
-
232 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
