Afghanistan Negara Paling Berbahaya di Dunia Untuk Anak
Jumat, 20/11/2009 14:26 WIB
Ilustrasi
Kabul
Delapan tahun sudah invasi pimpinan AS menggulingkan Taliban dari kekuasaan di Afghanistan. Negeri yang hingga kini terus dilanda peperangan itu merupakan tempat paling berbahaya di dunia bagi seorang anak untuk dilahirkan.
Demikian disampaikan badan anak PBB, United Nations Children's Fund (Unicef) saat merilis laporan tahunannya, "The State of the World's Children".
Dikatakan bahwa Afghanistan memiliki tingkat kematian anak paling tinggi di dunia, yakni 257 kematian per 1.000 kelahiran. Selain itu 70 persen penduduk kekurangan air bersih.
Apalagi para gerilyawan Taliban terus melakukan serangan mereka di negeri itu. Akibatnya ketidakamanan menyebabkan sulitnya untuk melakukan program vaksinasi vital terhadap penyakit polio yang masih mewabah di negeri itu serta penyakit campak yang bisa membunuh anak-anak.
"Afghanistan saat ini tidak diragukan lagi merupakan tempat paling berbahaya untuk dilahirkan," kata Daniel Toole, direktur regional Unicef untuk Asia Selatan seperti dilansir Reuters, Jumat (20/11/2009).
Diimbuhkan Toole, sekitar 317 sekolah di Afghanistan diserang tahun lalu. Akibatnya 124 murid tewas dan 290 orang lainnya luka-luka.
"Kami telah menjumpai penurunan dalam jumlah anak yang pergi ke sekolah dan khususnya anak-anak perempuan," tutur Toole.
Serangan militan yang dipimpin Taliban menargetkan sebuah guest-house internasional di Kabul bulan lalu. Serangan itu menewaskan lima staf asing PBB. Buntutnya, badan dunia itu mengevakuasi ratusan staf internasional dari Afghanistan selama beberapa pekan.
(ita/nrl)
Demikian disampaikan badan anak PBB, United Nations Children's Fund (Unicef) saat merilis laporan tahunannya, "The State of the World's Children".
Dikatakan bahwa Afghanistan memiliki tingkat kematian anak paling tinggi di dunia, yakni 257 kematian per 1.000 kelahiran. Selain itu 70 persen penduduk kekurangan air bersih.
Apalagi para gerilyawan Taliban terus melakukan serangan mereka di negeri itu. Akibatnya ketidakamanan menyebabkan sulitnya untuk melakukan program vaksinasi vital terhadap penyakit polio yang masih mewabah di negeri itu serta penyakit campak yang bisa membunuh anak-anak.
"Afghanistan saat ini tidak diragukan lagi merupakan tempat paling berbahaya untuk dilahirkan," kata Daniel Toole, direktur regional Unicef untuk Asia Selatan seperti dilansir Reuters, Jumat (20/11/2009).
Diimbuhkan Toole, sekitar 317 sekolah di Afghanistan diserang tahun lalu. Akibatnya 124 murid tewas dan 290 orang lainnya luka-luka.
"Kami telah menjumpai penurunan dalam jumlah anak yang pergi ke sekolah dan khususnya anak-anak perempuan," tutur Toole.
Serangan militan yang dipimpin Taliban menargetkan sebuah guest-house internasional di Kabul bulan lalu. Serangan itu menewaskan lima staf asing PBB. Buntutnya, badan dunia itu mengevakuasi ratusan staf internasional dari Afghanistan selama beberapa pekan.
(ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 16:35 WIB
Komisi II: Pilgub DKI Jakarta Barometer Pemilu 2014
-
Jumat, 25/05/2012 16:32 WIB
Basarnas Datangkan Pelatih Pilot Hovercraft dari Inggris
-
Jumat, 25/05/2012 16:25 WIB
463 Siswa di Jateng Tidak Lulus UN
-
Jumat, 25/05/2012 16:24 WIB
Didemo FPI soal Lady Gaga, Menko Polhukam: EGP!
-
Jumat, 25/05/2012 16:22 WIB
Boediono Gantikan SBY Bicara di Peringatan Hari Pancasila
-
Jumat, 25/05/2012 15:44 WIB
Tweet Pak Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 15:51 WIB
Tinggalkan LP Cipinang, Bachtiar Chamsyah Dipeluk Mahfud MD
-
Jumat, 25/05/2012 15:29 WIB
Aksi Longmarch Tolak Lady Gaga, FPI Gelar Aksi di Kemenko Polhukam
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
705 Komentar
-
273 Komentar
-
240 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,010.000
- Rp 572.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
