60 Orang Dibunuh & Diambil Lemaknya Untuk Dipakai Dalam Kosmetik!
Jumat, 20/11/2009 10:14 WIB
Ilustrasi (marieclaire.com)
Lima
Mengerikan! Setidaknya 60 orang dibunuh untuk diambil lemak tubuhnya dan jaringan kulit lainnya. Lemak tersebut kemudian dijual untuk dipakai dalam pembuatan kosmetik di Eropa.
Empat orang telah ditangkap di Peru atas kecurigaan melakukan pembunuhan tersebut. Para tersangka itu ditangkap di Peru tengah bulan ini. Operasi pencarian saat ini masih terus dilakukan untuk memburu tujuh orang lainnya, termasuk dua warga Italia yang menjadi penadah lemak tubuh manusia tersebut.
"Lemak tersebut dibeli untuk diperdagangkan di laboratorium-laboratorium kecantikan Eropa," kata kepala penuntut umum Jorge Sans Quiroz seperti dilansir AFP, Jumat (20/11/2009).
Dalam dakwaan jaksa dituliskan, komplotan tersebut diduga menargetkan para petani dan penduduk asli di jalan-jalan terpencil Andean, Peru. Mereka akan mengiming-imingi pekerjaan sebelum membunuh para korban.
Jaringan perdagangan lemak manusia itu kemungkinan terkait dengan hilangnya 60 orang di wilayah Andean. Polisi mulai melakukan penangkapan setelah awal bulan ini menemukan sebuah kontainer berisi lemak tubuh manusia yang sedang dikapalkan ke Lima (ibukota Peru) dari Kota Huanuco di Andean, sekitar 400 kilometer timur laut Lima.
Tanda-tanda akan adanya jaringan perdagangan internasional lemak manusia pertama kali muncul sekitar dua bulan lalu. Demikian menurut Jenderal Felix Burga, pimpinan divisi kriminal Kepolisian Peru.
Lemak-lemak tersebut kabarnya dijual dengan harga US$ 15.000 per galon di negara-negara Eropa.
(ita/nrl)
Empat orang telah ditangkap di Peru atas kecurigaan melakukan pembunuhan tersebut. Para tersangka itu ditangkap di Peru tengah bulan ini. Operasi pencarian saat ini masih terus dilakukan untuk memburu tujuh orang lainnya, termasuk dua warga Italia yang menjadi penadah lemak tubuh manusia tersebut.
"Lemak tersebut dibeli untuk diperdagangkan di laboratorium-laboratorium kecantikan Eropa," kata kepala penuntut umum Jorge Sans Quiroz seperti dilansir AFP, Jumat (20/11/2009).
Dalam dakwaan jaksa dituliskan, komplotan tersebut diduga menargetkan para petani dan penduduk asli di jalan-jalan terpencil Andean, Peru. Mereka akan mengiming-imingi pekerjaan sebelum membunuh para korban.
Jaringan perdagangan lemak manusia itu kemungkinan terkait dengan hilangnya 60 orang di wilayah Andean. Polisi mulai melakukan penangkapan setelah awal bulan ini menemukan sebuah kontainer berisi lemak tubuh manusia yang sedang dikapalkan ke Lima (ibukota Peru) dari Kota Huanuco di Andean, sekitar 400 kilometer timur laut Lima.
Tanda-tanda akan adanya jaringan perdagangan internasional lemak manusia pertama kali muncul sekitar dua bulan lalu. Demikian menurut Jenderal Felix Burga, pimpinan divisi kriminal Kepolisian Peru.
Lemak-lemak tersebut kabarnya dijual dengan harga US$ 15.000 per galon di negara-negara Eropa.
(ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 16:35 WIB
Komisi II: Pilgub DKI Jakarta Barometer Pemilu 2014
-
Jumat, 25/05/2012 16:32 WIB
Basarnas Datangkan Pelatih Pilot Hovercraft dari Inggris
-
Jumat, 25/05/2012 16:25 WIB
463 Siswa di Jateng Tidak Lulus UN
-
Jumat, 25/05/2012 16:24 WIB
Didemo FPI soal Lady Gaga, Menko Polhukam: EGP!
-
Jumat, 25/05/2012 16:22 WIB
Boediono Gantikan SBY Bicara di Peringatan Hari Pancasila
-
Jumat, 25/05/2012 15:44 WIB
Tweet Pak Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 15:51 WIB
Tinggalkan LP Cipinang, Bachtiar Chamsyah Dipeluk Mahfud MD
-
Jumat, 25/05/2012 15:29 WIB
Aksi Longmarch Tolak Lady Gaga, FPI Gelar Aksi di Kemenko Polhukam
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
705 Komentar
-
273 Komentar
-
240 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,010.000
- Rp 572.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
