Menag: Tidak Ada Pembatasan Usia Jamaah Calhaj
Jumat, 20/11/2009 01:13 WIB
Makkah
Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menyatakan tidak akan memberlakuan peraturan yang ketat bagi batas usai jamaah calon haji Indonesia. Alasannya, kultur masyarakat Indonesia dalam kegiatan haji harus dipahami.
"Kita harus bisa memahami kultur umat Islam Indonesia dalam memandang kegiatan berhaji. Tidak bisa asal membatasi. Jangankan yang tua, yang muda pun juga ingin meninggal di sini, di Makkah dan Madinah. Sehingga tidak menyoalkan kesehatan dan usia," ujar Suryadharma dalam jumpa pers kepada wartawan Media Center Haji (MCH) di Bandara King Abdul Azis Jeddah setibanya dari tanah air bersama kloter 75 JKS, Kamis (19/11/2009) siang waktu Arab Saudi.
Menurut Suryadharma, pembatasan usia jelas sulit dilakukan karena itu hal yang relatif dalam kehidupan manusia. "Tadi saya bersama jamaah kita yang usianya 70 tahun, bahkan ada yang 80 tahun, tapi mereka tetap sehat dan tetap semangat, saya jadi kagum," tuturnya.
Berdasarkan berbagai informasi yang diperolehnya selama ini, jamaah haji Indonesia yang berusia tua justru sangat termotivasi untuk segera melihat Ka'bah. Mereka rela segera sampai walaupun harus berjalan kaki. "Karena begitu melihat Ka'bah mereka timbul semangat, terpompa spirit mereka," kata dia.
Mengenai tingkat stres jamaah Indonesia yang tinggi, Suryadharma mengatakan, hal itu wajar sekali dialami oleh orang yang mengalami situasi yang sangat berbeda sekali dengan kehidupan sehari-harinya. Dicontohkan dia, kebiasaan jamaah yang tidur bersama istri atau suaminya di tanah air, tiba-tiba haru tidur bersama 8 sampai 10 orang dalam suatu kamar.
"Berbeda-beda pula keinginannya, ada yang ingin lampu terang, ada yang ingin dimatikan. Ada yang suka AC, ada juga yang maunya kipas angin. Itu belum masalah naik pesawat lama sekali, padahal sebelumnya belum pernah sama sekali," paparnya.
Kepada wartawan, Suryadharma juga kembali menegaskan tentang upaya penempatan jamaah haji Indonesia di pemondokan yang paling jauh 4 km dari Masjidil Haram pada penyelenggaraan haji 2010 mendatang. Namun, dirinya belum mengetahui tentang prosentase kemungkinan kenaikan BPIH, terkait penempatan jamaah di lokasi yang paling strategis itu.
Saat diminta tanggapan tentang perlunya peningkatan pelayanan dengan harga yang lebih efisien lagi, Suryadharma justru balik bertanya, "Bagaimana caranya ya? Harga ditekan, tapi kualitas pelayanannya naik," jawab dia.
(zal/nvc)
"Kita harus bisa memahami kultur umat Islam Indonesia dalam memandang kegiatan berhaji. Tidak bisa asal membatasi. Jangankan yang tua, yang muda pun juga ingin meninggal di sini, di Makkah dan Madinah. Sehingga tidak menyoalkan kesehatan dan usia," ujar Suryadharma dalam jumpa pers kepada wartawan Media Center Haji (MCH) di Bandara King Abdul Azis Jeddah setibanya dari tanah air bersama kloter 75 JKS, Kamis (19/11/2009) siang waktu Arab Saudi.
Menurut Suryadharma, pembatasan usia jelas sulit dilakukan karena itu hal yang relatif dalam kehidupan manusia. "Tadi saya bersama jamaah kita yang usianya 70 tahun, bahkan ada yang 80 tahun, tapi mereka tetap sehat dan tetap semangat, saya jadi kagum," tuturnya.
Berdasarkan berbagai informasi yang diperolehnya selama ini, jamaah haji Indonesia yang berusia tua justru sangat termotivasi untuk segera melihat Ka'bah. Mereka rela segera sampai walaupun harus berjalan kaki. "Karena begitu melihat Ka'bah mereka timbul semangat, terpompa spirit mereka," kata dia.
Mengenai tingkat stres jamaah Indonesia yang tinggi, Suryadharma mengatakan, hal itu wajar sekali dialami oleh orang yang mengalami situasi yang sangat berbeda sekali dengan kehidupan sehari-harinya. Dicontohkan dia, kebiasaan jamaah yang tidur bersama istri atau suaminya di tanah air, tiba-tiba haru tidur bersama 8 sampai 10 orang dalam suatu kamar.
"Berbeda-beda pula keinginannya, ada yang ingin lampu terang, ada yang ingin dimatikan. Ada yang suka AC, ada juga yang maunya kipas angin. Itu belum masalah naik pesawat lama sekali, padahal sebelumnya belum pernah sama sekali," paparnya.
Kepada wartawan, Suryadharma juga kembali menegaskan tentang upaya penempatan jamaah haji Indonesia di pemondokan yang paling jauh 4 km dari Masjidil Haram pada penyelenggaraan haji 2010 mendatang. Namun, dirinya belum mengetahui tentang prosentase kemungkinan kenaikan BPIH, terkait penempatan jamaah di lokasi yang paling strategis itu.
Saat diminta tanggapan tentang perlunya peningkatan pelayanan dengan harga yang lebih efisien lagi, Suryadharma justru balik bertanya, "Bagaimana caranya ya? Harga ditekan, tapi kualitas pelayanannya naik," jawab dia.
(zal/nvc)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 16:35 WIB
Komisi II: Pilgub DKI Jakarta Barometer Pemilu 2014
-
Jumat, 25/05/2012 16:32 WIB
Basarnas Datangkan Pelatih Pilot Hovercraft dari Inggris
-
Jumat, 25/05/2012 16:25 WIB
463 Siswa di Jateng Tidak Lulus UN
-
Jumat, 25/05/2012 16:24 WIB
Didemo FPI soal Lady Gaga, Menko Polhukam: EGP!
-
Jumat, 25/05/2012 16:22 WIB
Boediono Gantikan SBY Bicara di Peringatan Hari Pancasila
-
Jumat, 25/05/2012 15:44 WIB
Tweet Pak Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 15:51 WIB
Tinggalkan LP Cipinang, Bachtiar Chamsyah Dipeluk Mahfud MD
-
Jumat, 25/05/2012 15:29 WIB
Aksi Longmarch Tolak Lady Gaga, FPI Gelar Aksi di Kemenko Polhukam
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
705 Komentar
-
273 Komentar
-
240 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,010.000
- Rp 572.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
