Laporan dari Arab Saudi
Calhaj RI yang Wafat di Arab Saudi Mencapai 74 Orang
Kamis, 19/11/2009 22:12 WIB
Makkah
Jamaah calon haji asal Indonesia yang wafat di Arab Saudi kini sudah mencapai 74 orang. Dari angka tersebut, 46 orang calon haji meninggal dunia di Makkah, 21 orang di Madinah dan 5 orang di Jeddah, serta 2 lainnya dalam perjalanan.
Demikian data yang diperoleh Tim Media Center Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari data Siskohat Departemen Agama di Makkah, Kamis (19/11/2009). Dari data itu tercatat, jamaah yang meninggal dunia paling banyak adalah jamaah pria sekitar 41 orang, wanita mencapai 33 orang.
Rata-rata usai jamaah yang wafat ini 40-49 tahun sekitar 9 orang, usia 50-59 tahun sekitar 25 orang dan lebih dari 60 tahun sekitar 40 orang. Jamaah yang meninggal paling banyak dari kloter yang berasal dari embarkasi Surabaya (17), Surakarta (12), Ujungpandang (10). Jakarta, Bekasi dan Medan masing-masing 6 orang, Batam (5), Aceh (2), Banjarmasin dan Padang masing-masing 3 orang dan Palembang 4 orang.
Data ini juga menyebutkan, penyebab meninggal dunia para jamaah ini paling banyak karena menderita sakit sistem sirkulasi sekitar 56 kasus, sistem pernapasan sekitar 16 kasus, infeksi dan parasit satu kasus, serta satu kasus lagi karena sistem genitourinatary. Jamaah yang meninggal dunia ini telah dimakamkan di Ma'la dan Saraya (Makkah), Baqi (Madinah) dan Hawa (Jeddah).
Kepala Daker Makkah H Subakin Abdul Muthalib mengatakan, jumlah jemaah yang mengajukan permohonan untuk dipulangkan ke tanah air lebih awal dari jadwal, usai wukuf dan lempar Jamarat mulai menumpuk dengan berbagai alasan.
"Surat permohonan kepulangan lebih awal yang kami terima ratusan," ujar dia di Makkah, Kamis (19/11).
Namun, kata Subakin, tidak semua permohonan itu bisa dipenuhi. Sebab, kepulangan lebih awal dari jadwal penerbangan diprioritaskan untuk jemaah sakit yang berdasar pertimbangan dokter sudah boleh pulang. "Kalau ada seat kosong yang tersisa, baru bisa dipakai untuk jemaah yang tidak sakit," ujar Subakin menambahkan.
Beragam alasan digunakan jemaah saat mengajukan kepulangan lebih awal dari jadwal. Antara lain, karena urusan dinas yang tidak bisa ditinggal, karena ada urusan keluarga, dan lain-lain. "Ada juga yang beralasan harus menyertai istri yang hendak mengikuti tes penerimaan CPNS," ujarnya.
(zal/mok)
Demikian data yang diperoleh Tim Media Center Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari data Siskohat Departemen Agama di Makkah, Kamis (19/11/2009). Dari data itu tercatat, jamaah yang meninggal dunia paling banyak adalah jamaah pria sekitar 41 orang, wanita mencapai 33 orang.
Rata-rata usai jamaah yang wafat ini 40-49 tahun sekitar 9 orang, usia 50-59 tahun sekitar 25 orang dan lebih dari 60 tahun sekitar 40 orang. Jamaah yang meninggal paling banyak dari kloter yang berasal dari embarkasi Surabaya (17), Surakarta (12), Ujungpandang (10). Jakarta, Bekasi dan Medan masing-masing 6 orang, Batam (5), Aceh (2), Banjarmasin dan Padang masing-masing 3 orang dan Palembang 4 orang.
Data ini juga menyebutkan, penyebab meninggal dunia para jamaah ini paling banyak karena menderita sakit sistem sirkulasi sekitar 56 kasus, sistem pernapasan sekitar 16 kasus, infeksi dan parasit satu kasus, serta satu kasus lagi karena sistem genitourinatary. Jamaah yang meninggal dunia ini telah dimakamkan di Ma'la dan Saraya (Makkah), Baqi (Madinah) dan Hawa (Jeddah).
Kepala Daker Makkah H Subakin Abdul Muthalib mengatakan, jumlah jemaah yang mengajukan permohonan untuk dipulangkan ke tanah air lebih awal dari jadwal, usai wukuf dan lempar Jamarat mulai menumpuk dengan berbagai alasan.
"Surat permohonan kepulangan lebih awal yang kami terima ratusan," ujar dia di Makkah, Kamis (19/11).
Namun, kata Subakin, tidak semua permohonan itu bisa dipenuhi. Sebab, kepulangan lebih awal dari jadwal penerbangan diprioritaskan untuk jemaah sakit yang berdasar pertimbangan dokter sudah boleh pulang. "Kalau ada seat kosong yang tersisa, baru bisa dipakai untuk jemaah yang tidak sakit," ujar Subakin menambahkan.
Beragam alasan digunakan jemaah saat mengajukan kepulangan lebih awal dari jadwal. Antara lain, karena urusan dinas yang tidak bisa ditinggal, karena ada urusan keluarga, dan lain-lain. "Ada juga yang beralasan harus menyertai istri yang hendak mengikuti tes penerimaan CPNS," ujarnya.
(zal/mok)
Baca Juga
- Laporan dari Arab Saudi
44 Jamaah Haji dengan Visa Konsul Masih Terkatung-katung - Laporan dari Arab Saudi
Selama di Armina, Jamaah Calhaj akan Menerima 16 Kali Makan - Laporan dari Arab Saudi
Aparat Keamanan Arab Saudi Perketat Masjidil Haram - Menag Targetkan Pemondokan Haji Terjauh 4 KM dari Masjidil Haram pada 2010
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:55 WIB
Polisi Sita Sepucuk Pistol dari Pembunuh Wartawan Senior TVRI
-
Minggu, 27/05/2012 11:52 WIB
PD Tarik Wacana Pencapresan Ani Yudhoyono karena SBY Marah?
-
Minggu, 27/05/2012 11:43 WIB
Ada Kebakaran, KRL Tertahan di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
286 Komentar
-
243 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
